Taruna Akpol Penganiaya Junior Divonis 6 Bulan Penjara

Mustholih    •    Jumat, 17 Nov 2017 13:08 WIB
kekerasan
Taruna Akpol Penganiaya Junior Divonis 6 Bulan Penjara
Suasana sidang vonis tindak kekerasan terhadap taruna Akpol Semarang di PN Semarang, Jumat, 17 November 2017, MTVN - Mustholih

Semarang: Sembilan taruna tingkat III Akademi Kepolisian Semarang, Jawa Tengah, divonis hukuman enam bulan penjara. Mereka dinyatakan bersalah atas kekerasan yang mengakibatkan taruna tingkat II, Muhammad Adam, tewas.

Vonis dijatuhkan dalam sidang Pengadilan Negeri Semarang, Jumat, 17 November 2017. Para terdakwa hadir dalam sidang.

"Memutuskan, menjatuhkan hukuman pidana enam bulan penjara kepada para terdakwa dikurangi masa tahanan," kata Ketua Majelis Hakim, Casamaya, saat membacakan amar putusan di PN Semarang.

Dalam putusan Majelis Hakim, ke sembilan terdakwa itu terbukti melanggar Pasal 170 ayat 1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Karena sudah menjalani masa tahanan selama enam bulan, para terdakwa itu per hari ini tetap bisa menghirup udara bebas.

Sembilan taruna tingkat III Akpol tersebut adalah Joshua Evan, Reza Anata, Indra Zulkifli, Dwi Sutrisno, Aditya Khaimara, Chikita Alviano, Rion Kurnianto, Erik Apriliyanto, dan Hery Avianto. Saat menjatuhkan hukuman tersebut, Majelis Hakim mempertimbangkan terdakwa tidak melakukan penganiayaan Muhammad Adam hingga meninggal dunia.

"Meninggalnya Muhammad Adam bukan akibat yang dilakukan oleh para terdakwa. Ibu kandung para korban (taruna II) juga telah memaafkan dan menyerahkan proses hukum ke institusi Akpol," ujar Casmaya.

Putusan yang dijatuhkan Majelis Hakim satu tahun lebih ringan dari tuntutan Jaksa. Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum menuntut ke sembilan terdakwa itu hukuman satu tahun enam bulan penjara.

Casmaya menilai hal meringankan adalah para terdakwa mengakui perbuatan mereka dan telah berdamai dengan para taruna II. Selain itu, mereka merupakan calon perwira terbaik bangsa yang masih memiliki masa depan panjang dan  perbuatan terdakwa bukan suatu balas dendam.

"Hal yang memberatkan karena pebuatan terdakwa telah merusak nama baik institusi Akpol," tegas Casmaya.

Atas putusan itu, ke sembilan terdakwa itu belum menyatakan banding. Adapun Jaksa meminta waktu tujuh hari untuk pikir-pikir apakah banding atau tidak.

Kuasa hukum para terdakwa, HD Djunaedi, menyatakan sudah berupaya maksimal dalam melakukan pembelaan terhadap klien-kliennya.  "Ini tentu sudah menjadi usaha yang maksimal dari kami. Anak-anak ini merupakan pemuda terbaik pewakilan dari pelosok negeri. Jadi tidak ada jeleknya untuk melanjutkan sekolah lagi," jelas Djunaedi.


(RRN)