Banjir dan Longsor Ancam 147 Desa di Pekalongan

Kuntoro Tayubi    •    Rabu, 15 Nov 2017 14:54 WIB
tanah longsorcuaca ekstrembencana alambencana banjir
Banjir dan Longsor Ancam 147 Desa di Pekalongan
Ilustrasi. MTVN/M Rizal

Pekalongan: Banjir dan longsor mengancam 147 desa di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. BPBD Kabupaten Pekalongan menyiagakan ribuan relawan dan sejumlah posko untuk mengahadapi kemungkinan terjadinya bencana.

"Hasil pemetaan kami, desa yang rawan banjir ada 77 desa, sedangkan yang rawan longsor ada 70 desa. Desa-desa tersebut tersebar di 19 kecamatan," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pekalongan Bambang Sujatmiko saat dihubungi, Rabu, 15 November 2017.

Desa rawan banjir sebagian besar berada di wilayah utara atau pesisir, sedangkan desa rawan longsor kebanyakan berada di wilayah selatan, atau daerah perbukitan dan lereng. Wilayah Kecamatan Tirto, Wonokerto, Wiradesa, dan Siwalan paling kerap terkena banjir. 

"Kalau yang rawan longsor, biasanya ada di Kecamatan Petungkriyono, Kandangserang, Lebakbarang dan Paninggaran,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi bencana, BPBD Kabupaten Pekalongan menyiagakan sekitar 1.500. Posko yang didirkan juga bakal melayani 24 jam. "Sudah ada 700 relawan yang sudah dilatih untuk kesiapsiagaan bencana," papar Bambang.

Sejumlah peralatan disiapkan untuk penanganan bencana. Di antaranya empat unit perahu karet, satu unit truk dapur umum, empat unit peralatan dapur umum, gergaji listrik, alat penjernih air dan alat berat.

“Peralatan dan logistik kami siagakan di posko induk di Kantor BPBD Kabupaten Pekalongan. Untuk alat berat, kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum,” tambahnya.

Tren bencana hingga bulan November 2017 cenderung menurun jika dibandingkan bulan yang sama pada tahun 2016. Tercatat telah terjadi sebanyak 45 kejadian bencana pada 2016, sedangkan pada tahun 2017 hanya terjadi sebanyak 35 kejadian bencana.


(SUR)