Natal 2017 dan Tahun Baru 2018

Pedagang Diingatkan tak Jual Pangan Berbahaya

Ahmad Mustaqim    •    Kamis, 21 Dec 2017 10:09 WIB
pedagangnatal dan tahun baru
Pedagang Diingatkan tak Jual Pangan Berbahaya
Kepala Polda DIY Brigadir Jenderal Ahmad Dofiri saat memantau bahan pangan di Pasar Niten, Bantul -- medcom.id/Ahmad Mustaqim

Bantul: Permintaan bahan pangan diprediksi meningkat saat libur Natal dan Tahun Baru. Meskipun permintaan tinggi, pedagang diingatkan untuk tidak menjual bahan pangan mengandung zat berbahaya.

"Bahan pangan mengandung zat berbahaya membahayakan konsumen. Saya ingatkan, ini tidak sehat," kata Kepala Polda DIY Brigadir Jenderal Ahmad Dofiri saat memantau bahan pangan di Pasar Niten, Bantul, DIY, Rabu, 20 Desember 2017.

Dofiri menegaskan, pihaknya akan menindak pedagang yang menjual bahan pangan bahaya. Sebab, pedagang yang demikian menabrak berbagai undang-undang, di antaranya UU Kesehatan dan UU Perlindungan Konsumen.

Pada kesempatan itu, Dofiri meminta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan dinas terkait ikut memantau bahan pangan. Apalagi, BPOM belakangan masih menemukan sejumlah bahan pangan berbahaya.

Pemerintah setempat juga diharapkan ikut memantau langsung di sejumlah pasar. "Harus dites bahan pangannya, agar aman dikonsumsi konsumen," kata Dofiri.

Dofiri memastikan, stok pangan di pasar masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan saat libur Natal dan Tahun Baru. "Stok kami lihat masih aman. Meski sempat ada bencana banjir akhir bulan lalu, sejumlah komoditas pokok masih tersedia," ucapnya.

Kepala Balai BPOM DIY I Gusti Ayu Adhi Aryapatni menyatakan institusinya secara mandiri dan terpadu bersama lintas sektor serta Satgas Pangan melakukan pengawasan pangan dengan lebih intensif. Pengawasan ditujukan terhadap peredaran makanan yang tidak memenuhi syarat kesehatan, baik itu rusak, kedaluwarsa, tanpa izin edar, dan atau mengandung bahan berbahaya.

Menurut Aryapatni, dibandingkan tahun lalu, saat ini sudah ada penurunan jumlah produk bahan pangan yang tidak aman dikonsumsi. "Tetapi kita tetap imbau masyarakat untuk lebih teliti dan cerdas sebelum membeli dengan mengecek kemasan, izin edar, dan tanggal kedaluwarsa," pungkasnya.


(NIN)