Pemerintah DIY Siapkan Anggaran untuk Penjaga Perlintasan

Ahmad Mustaqim    •    Minggu, 19 Nov 2017 13:16 WIB
jalur kereta api
Pemerintah DIY Siapkan Anggaran untuk Penjaga Perlintasan
Pesepeda di Yogyakarta tetap memilih melintasi jalan di perlintasan kereta api di bawah Jembatan Janti meski sudah dipagar -- MTVN/Ahmad Mustaqim

Yogyakarta: Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta bersedia membantu alternatif solusi bagi warga terdampak penutupan perlintasan sebidang di bawah jembatan layang Janti. Meskipun, solusi alternatif itu masih perlu pembahasan lebih lanjut. 

Plt Kepala Dinas Perhubungan DIY, Sigit Sapto Rahardjo mengungkapkan pemerintah tengah berupaya mengkaji secara detail permasalahan usai penutupan perlintasan pada 30 Oktober 2017 lalu. Beberapa masalah yang mengemuka yakni tak ada jalan alternatif dan sepeda motor yang bisa melintas. 

"Pejalan kaki sudah bisa (melintas). Yang dimasalahkan sepeda motor tak bisa masuk," kata Sigit di Yogyakarta pada Minggu, 19 November 2017. 

Pengendara mobil dipastikan tak bisa lewat di perlintasan sebidang itu. Namun, kendaraan jenis sepeda dan sepeda motor dinilai masih memungkinkan diberikan akses jalan. 

Akan tetapi, Sigit menjelaskan, rambu penjagaan dari PT Kereta Api Indonesia (KAI) sudah tak terpasang. Petugas yang bisa berjaga di pos pun sudah tidak berjaga. 

"Jika KAI tak ada anggaran, bisa anggaran (pemerintah) daerah. Petugasnya dari KAI. Tapi KAI belum menyepakati," ungkapnya. 

Ia menjelaskan, pengkajian akan jadi pertimbangan pada rencana penutupan perlintasan sebidang di titik lain. Di Yogyakarta, perlintasan sebidang di bawah jembatan layang Lempuyang diperkirakan juga bakal di tutup. Meskipun waktunya belum bisa dipastikan. 

"Kajian pintu perlintasan ini melihat perlintasan di Janti bagaimana, Lempuyangan bagaimana nanti ketika ditutup. Perlintasan yang liar-liar juga berbahaya," ungkapnya. 

Gatot tak bisa memastikan kapan dan berapa anggaran bisa dianggarkan. "Kalau bisa tahun anggaran ini, kalau tidak tahun depan. Nanti kalau KAI siap (petugas penjagaan), akan dianggarkan," katanya. 

Pihak Dirjen Perkeretaapian sebelumnya sudah melakukan dialog dengan warga terdampak penutupan perlintasan sebidang di bawah jembatan Janti. Warga mengeluhnya masih minimnya sosialisasi, tak memiliki kesiapan, hingga dianggap menghambat aktivitas perekonomian setempat. 



(ALB)