Harga Sayur di DIY Melonjak

Patricia Vicka    •    Sabtu, 09 Dec 2017 11:30 WIB
komoditas
Harga Sayur di DIY Melonjak
Pedagang Sayur Mayur di Pasar Beringharjo

Yogyakarta: Siklon Tropis Cempaka di Yogyakarta sudah berlalu. pasca cuaca ekstrem itu harga sejumlah sayur-mayur di pasar tradisional di DIY meningkat drastis. Kenaikannya berkisar 50 persen sampai 300 persen. Stok beberapa komoditas sayur mayur bahkan kini sulit didapatkan.

Salah seorang pedagang sayur mayur di Pasar beringharjo, Idah Habibah mengatakan harga sayur mayur naik sejak pekan lalu. "Mulai naik sehari sesudah banjir. Harganya bisa berkali lipat dibanding harga biasanya," ujar Idah ditemui di Pasar Beringharjo Yogyakarta, Jumat 8 Desember 2017.

Komoditas yang harganya meningkat tajam diantaranya Bayam, Kangkung, Kemangi, Sawi, Tomat dan Timun. Menurut Idah, Seledri dan Selada adalah komoditas yang naik paling tinggi dibandingkan semua sayuran hijau lainnya. 

"Harga Seledri sekarang Rp40 ribu perkilo. Padahal sebelumnya cuma Rp15 ribu perkilo. kalau Selada sekarang Rp30 ribu dari Rp10 ribu," tutur wanita berhijab ini.

Meski harga naik, ketersediaan dua sayuran itu juga menipis. Ia mengeluh sayur Bayam dan Kangkung kini makin sulit dicari. Di hari biasa, Idah cukup mencari kedua komoditas ini disekitar Pleret, bantul. 

"Tapi sekarang saya musti nyari ke tempat lain misalnya ke Imogiri dan Prambanan. Kalaupun ada, juga rebutan sama pedagang lain,"curhatnya.

Kenaikan sayur mayur turut dirasakan oleh Yati, salah seorang pedagang sayuran dan sembako di Pasar Kranggan Kota Yogyakarta. Usai Siklon Cempaka melanda DIY, Harga Tomat, Koldan Pare naik dua kali lipat menjadi Rp10 ribu- Rp12 ribu. Padahal di hari biasa harganya hanya berkisar Rp5 ribu-Rp6 ribu perkilo.

Yati mengeluh sejumlah pelanggan protes terhadap kenaikan tersebut. Namun ia tak dapat berbuat banyak. Pasalnya lahan dan sawah serta ladang untuk menghasilkan sayur-mayur banyak yang terendam banjir. 

"Mau bagaimana lagi. Biarpun mahal, tetep konsumen pada beli buat jualan lagi. Sepertinya naik sampai awal tahun baru," katanya.

Para pedagang berharap pemerintah bisa segera campur tangan menstabilkan harga sayur mayur. Selain itu mereka berharap agar para pengepul tidak menahan stok sayur mayur.


(ALB)