Menunggu Kandidat Calon Gubernur Jawa Tengah

Mustholih    •    Rabu, 04 Oct 2017 17:54 WIB
pilgub jateng 2018
Menunggu Kandidat Calon Gubernur Jawa Tengah
ilustrasi Metrotvnews.com

Metrotvnews.com, Semarang: Kontestasi Pemilihan Kepala Daerah Jawa Tengah 2018 belum kunjung menghadirkan nama-nama definitif pasangan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur. Elit-elit lokal partai politik masih juga berkelit sedang melakukan penjajakan komunikasi antar partai, meski sejumlah tokoh satu per satu menyatakan siap maju pada Pemilihan Gubernur tahun depan.

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Jawa Tengah misalnya, hingga kini juga masih belum jelas bakal menjagokan siapa. Padahal, partai berlambang banteng moncong putih ini memiliki 31 kursi di parlemen Jawa Tengah dan mampu mengusung jagoannya sendiri tanpa harus repot-repot membangun koalisi. 

"Sedang menunggu rekomendasi," kata Wakil Ketua PDI Perjuangan Jawa Tengah, Heru Sudjatmoko, Semarang, Jawa Tengah, Rabu, 4 September 2017.

Menurut Heru, sejatinya Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, sudah memberi arahan dan garis partai yang wajib dijalankan semua kader banteng di Jateng. "Dari Bu Mega selalu ada arahan. Tapi spesifik untuk ini kami belum tahu," ujar pria yang menjabat sebagai Wakil Gubernur Jawa Tengah tersebut.

Di Jawa Tengah, hanya PDI Perjuangan sebagai satu-satunya partai yang mampu mengusung pasangan calon Gubernur dan calon Wakil Gubernur sendiri. Namun, soal siapa jagoan kader banteng tersebut sampai saat ini masih remang-remang.

Adapun partai di luar PDI Perjuangan, mereka harus lebih dulu membangun koalisi agar bisa menghadirkan pasangan calon Gubernur dan calon Wakil Gubernur. Partai Golongan Karya menyatakan belum punya nama yang bakal diusung sebagai calon Gubernur. "Belum. Kita masih komunikasi dengan partai-partai lain ya. Saya kira itu harus dilakukan membangun visi bersama," kata Sekretaris Partai Golkar Jawa Tengah, Ferry Wawan Cahyono, di kesempatan terpisah.

Bahkan, kata Ferry, soal siapa calon gubernur dari partai beringin Tengah ini cenderung diserahkan ke Pengurus Pusat Partai Golkar. "Kita tunggu saja nanti putusan DPP ya. Di internal DPD kan semua akhirnya di DPP. Tapi masing-masing parpol masih komunikasi antar partai," jelas Ferry.

Meski begitu, kontestasi Pilkada 2018 di Jawa Tengah sebenarnya sudah mengerucut ke empat tokoh yang punya potensi besar diusung sebagai calon Gubernur. Mereka adalah Ganjar Pranowo (PDI Perjuangan dan saat ini menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah), Marwan Jafar (Partai Kebangkitan Bangsa dan pernah menjabat Menteri Desa), Sudirman Said (mantan Menteri ESDM), dan Ferry Juliantono (Wakil Ketua Umum Partai Gerindra).

Keempat figur ini di Jawa Tengah tampil lebih dominan sebagai kandidat kuat calon Gubernur. Di luar itu sebenarnya masih ada figur yang juga membidik kursi Gubernur Jawa Tengah. Seperti Musthofa, Bupati Kudus dua periode yang ingin maju dari partai banteng.

PAN Tertarik Figur Sudirman Said

Sikap politik yang lebih tegas justru datang dari Partai Kebangkitan Bangsa. Jauh-jauh hari dan meski harus pontang-panting membangun komunikasi politik dengan partai lain, PKB sudah menyatakan ingin mengusung mantan Menteri Desa, Marwan Jafar sebagai calon Gubernur.

Bahkan, Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar, sempat mewacanakan duet Marwan Jafar dan Sudirman Said dalam Pilgub Jateng. Duet yang disebut 'Magadir' tersebut dipercaya mampu menandingi kepopuleran Ganjar Pranowo apabila ia kembali diusung PDI Perjuangan. Wacana ini kini terdengar sayup-sayup.

Di tengah ketidakjelasan siapa beruntung ditunjuk sebagai calon Gubernur Jawa Tengah, Partai Amanat Nasional akhirnya mulai melirik ketokohan Sudirman Said. Partai berlambang matahari terbit itu mengakui Sudirman Said sudah intens meminta restu ke elit politik PAN. 

"Yang baru komunikasi yang intens baru Sudirman Said. Saya lebih suka panggil Pak Dirman, karena Jateng identik dengan Pak Dirman, kayak Jenderal (Soedirman). PAN agak tertarik dengan sosok yang berani dan jujur," kata Wahyudi Nur Ali selaku Ketua Deks Pilkada PAN Jateng.

Wahyudi menilai Sudirman Said punya jiwa petarung. Buktinya, dia berani maju sebagai calon Gubernur di wilayah yang punya penduduk besar, letak geografis yang luas, dan pendapatan asli daerah yang rendah. 

"Petarung itu akan bertarung di medan berat. penikmat akan bertarung di medan yang mudah. Jateng ini kan medan petarung, jumlah penduduk besar, wilayah luas, PAD-nya kecil. Saya tertarik dia bisa mau ke sini," jelas Wahyudi.

Meski tertarik dengan Sudirman Said, PAN diklaim belum tentu mengusung pria berkacamata tersebut. Wahyudi menegaskan PAN membuka pintu koalisi dengan partai manapun pada Pilgub Jateng. "PAN membuka siapa yqng mau berkoalisi. Kita membuka peluang. Kita tidak bicara calon PAN tapi siapa yang mampu menyekesaikan persoalan-persoalan Jateng," ujar Wahyudi.


(ALB)