Biaya Berobat Gratis, Warga Semarang Geruduk Kantor Dinkes

Mustholih    •    Kamis, 02 Nov 2017 19:01 WIB
kesehatan
Biaya Berobat Gratis, Warga Semarang Geruduk Kantor Dinkes
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi saat memberikan pemahaman kepada warga di kantor Dinkes Semarang. MTVN Mustholih

Metrotvnews.com, Semarang: Ratusan warga Kota Semarang berduyun-duyun mendatangi Dinas Kesehatan setempat demi mendapatkan layananan berobat gratis tanpa menggunakan asuransi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Warga beranggapan bahwa layanan berobat gratis itu bakal diperoleh apabila mereka lebih dulu terdaftar di Dinas Kesehatan Kota Semarang.

"Katanya yang punya BPJS menunggak tetap bisa dibiayai. Jadi sengaja datang sekarang, takutnya enggak kebagian daftar," kata Arif, salah satu warga yang ikut mengantre di Dinas Kesehatan Kota Semarang, Jawa Tengah, Kamis, 2 Oktober 2017.

Namun, anggapan warga tersebut ternyata salah. Untuk mendapat layanan kesehatan gratis, mereka tidak perlu mendaftar. "Katanya tidak perlu mendaftar. Datang nanti saja kalau sakit," ujar Arif menambahkan.

Baca: Warga Semarang Bisa Berobat Gratis tanpa BPJS Kesehatan

Hingga siang, warga terus berjubel mendatangi Dinas Kesehatan Semarang. Bahkan, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, yang siang itu sedang melakukan peninjauan harus turut membantu memberi pemahaman kepada warga. 

"Perhatian, supaya tidak berjubel, yang masih sehat tidak usah mengurus hari ini. Kni kasihan yang sedang sakit malah duduk di belakang tidak bisa maju," kata Hendrar kepada warga.

Hendrar menegaskan semua orang yang terdaftar sebagai warga Kota Semarang bakal mendapat layanan kesehatan gratis tanpa harus mendaftar. "Pokoknya begitu panjenengan sakit, Pemerintah Kota Semarang yang tanggung biayanya. Sekarang yang sakit di belakang tolong biar mengurus dulu," ujar Hendrar Prihadi.

Lewat program universal health coverage (UHC), layanan kesehatan gratis bagi warga Kota Semarang berlaku efektif per 1 November 2017. Dengan program ini, Pemkot Semarang nantinya yang bakal membayarkan tagihan asuransi BPJS Kesehatan masyarkat.

Layanan ini diklaim bisa digunakan di rumah sakit pemerintah dan swasta di Semarang. Warga hanya membawa Kartu Keluarga dan KTP Semarang, serta bersedia mendapatkan pelayanan kesehatan tingkat pertama di Puskesmas dan rumah sakit kelas tiga.


(ALB)