UMK se-Jateng bakal Segera Diumumkan

Mustholih    •    Senin, 06 Nov 2017 13:51 WIB
ump
UMK se-Jateng bakal Segera Diumumkan
ilustrasi Metrotvnews.com

Metrotvnews.com, Semarang: Pemerintah Provinsi Jawa Tengah segera mengumumkan besaran upah mininum kabupaten/kota (UMK) 2018. Besaran upah pada 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah bakal diumumkan pada 21 November 2017.

"(Diumumkan) secepatnya," kata Sekretaris Daerah Provinsi Jateng, Sri Puryono, usai mengikuti rapat paripurna DPRD Jateng, Semarang, Senin, 6 November 2017.

Meski begitu, kata Sri Puryono, hingga hari ini Pemerintah Provinsi Jawa Tengah belum menerima rekomendasi besaran upah buruh dari semua kabupaten/kota di Jateng. "Belum diserahkan semua," ujar Sri Puryono menegaskan.

Baca: UMP Jateng Naik Rp119 Ribu

Menurut Sri Puryono, dalam menetapkan upah buruh 2018, kabupaten/kota sudah punya rumus yang jelas, yakni berdasarkan besaran kebutuhan hidup layak (KHL) dikali 8,71 persen. 

Namun, bagi kabupaten/kota yang KHL buruh belum terpenuhi, tidak akan menerima kenaikan. "Kebijakan Pak Gubernur tidak akan dinaikkan. Perintah dari pusat seperti itu," ungkap Sri Puryono.

Meski UMK 2018 bakal diumumkan pada 21 November 2017, namun upah minimum buruh Provinsi Jawa Tengah sudah ditetapkan sebesar sebesar Rp1.486.065. Besaran UMP tersebut sudah diputuskan pada 1 November lalu.

Dalam menentukan UMK 2018, Ketua DPRD Jawa Tengah, Rukma Setyabudi, meminta Pemerintah kabupaten/kota tidak berpatokan pada besaran UMP yang sudah ditentukan oleh Provinsi Jawa Tengah. 

"Kalau daerah-daerah, UMK bisa lebih tinggi ya jangan ikut yang pendek. Rp1,4 juta (yang ditetapkan Pemprov Jateng) bukan patokan kenceng," tegas Rukma.

Menurut Rukma, apabila pengusaha punya kemampuan memberi buruh upah tinggi, maka UMK 2018 harus dinaikkan. Meski begitu, antara buruh dan pengusaha harus membangun sikap saling pengertian. "Harusnya buruh pun jangan tuntut tinggi. Harus ada pengertian. Harus jaga iklim kondusif. Politik, ekonomi, sosial Jateng sudah bagus," ungkap Rukma.



(ALB)