Korban Banjir Bantul dapat Bantuan Rp1,8 M dari Kemensos

Patricia Vicka    •    Sabtu, 02 Dec 2017 16:51 WIB
banjirlongsor
Korban Banjir Bantul dapat Bantuan Rp1,8 M dari Kemensos
Mensos Khofifah menyapa korban banjir di Bantul. -Medcom.id/Vicka-

Yogyakarta: Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengunjungi pengungsi banjir akibat cuaca esktrem dampak Siklon Tropis Cempaka di Balai Desa Kebon Agung, Kecamatan Immogiri, Bantul, Yogyakarta. Dalam kunjungannya, Khofifah memberikan bantuan sumbangan uang senilai Rp1,8 miliar.

"Saya ikut berduka pada semua korban terdampak, baik yang kehilangan anggota keluarga ataupun luka-luka dan kehilangan harta benda. Semoga yang luka bisa segera sembuh," kata Khofifah melalui pengeras suara, Sabtu 2 Desember 2017.

Khofifah dan rombongan tiba di tempat pengungsian sekitar pukul 11.30 WIB. Ia didampingi Bupati Bantul Suharsono dan para Forkompinda menyambut kedatangannya. Khofifah segera menyapa beberapa pengungsi yang masih bertahan. Ia sempat menengok kondisi para pengungsi dan berdiskusi dengan pengungsi. 

Khofifah bilang, bantuan uang tunai total sebesar Rp 1,8 miliar untuk seluruh korban bencana di Daerah Istimewa Yogyakarta. Uang ini akan diberikan diantaranya untuk para korban meninggal sebesar Rp15 juta per orang. Korban luka turut mendapat sumbangan senilai Rp 2,5 juta-Rp 5 juta per orang. 

"Bantuan uang tunai akan langsung kami serahkan pada ahli waris yang hadir sekarang," tutur Khofifah.

Selain untuk sumbangan korban jiwa dan luka, uang tersebut akan digunakan untuk membeli sembako untuk para korban jiwa dan luka, peralatan kebersihan lingkungan dan bantuan logistik untuk para korban terdampak banjir.

Kepala BPBD Bantul Dwi Daryono menjelaskan, bencana akibat cuaca estrem telah merenggut nyawa 11 warga DIY. Tiga di antaranya adalah warga Bantul. "Satu meninggal karena tertimpa pohon tumbang, satu karena terseret banjir dan satu lagi karena tertimpa tembok," jelas Dwi.

Dwi mengatakan, banjir sudah mulai surut sejak Kamis 30 November 2017 sore. BPBD dibantu relawan dan warga telah bekerja bakti untuk membersihkan rumah dan fasilitas umum dari kumpulan lumpur.


(ALB)