Siklon Tropis Cempaka

Gubernur DIY Instruksikan Sungai Dibersihkan Pascabencana

Patricia Vicka    •    Senin, 04 Dec 2017 19:07 WIB
tanah longsorcuaca ekstrembencana alambencana banjirsiklon tropis cempaka
Gubernur DIY Instruksikan Sungai Dibersihkan Pascabencana
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengkubuwono X. Foto: ANTARA/Andreas Fitri Atmoko

Yogyakarta: Usai cuaca ekstrim efek Siklon Tropis Cempaka berlalu. DI Yogyakarta kini berstatus tanggap darurat untuk pemulihan pascabencana.

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menginstruksikan jajaran pemerintah kota/kabupaten dan masyarakat untuk memanfaatkan periode ini untuk membersihkan sampah serta material longsor di sungai. Terutama dari sampah serta batang pohon dan bambu,

Bambu dan sampah bisa menyebabkan aliran sungai terhambat jika dibiarkan. Jika melewati sebuah jembatan, dikhawatirkan kumpulan bambu ini akan mendorong dasar atau badan jembatan sehingga rusak. 

"Kalau jembatan rusak kan biaya perbaikannya lebih mahal," kata raja Yogyakarta ini di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Senin, 4 November 2017.

Ia menginstruksikan jajaran Pemkab atau Pemkot untuk tak segan menghabiskan dana tak terduga (Dtt) untuk kegiatan bersih-bersih ini.  

Plt Kepala BPBD DIY, Krido Suprayitno mengatakan kerja bakti sudah dilakukan tim BPBD bersama warga dan relawan sejak Minggu, 3 Desember 2017. BPBD mengajak warga untuk bersama-sama membersihkan rumah serta jalanan dari lumpur banjir dan material tanah longsor melalui kegiatan Jogja tangguh bencana.

Status tanggap darurat DIY berlaku selama dua minggu sejak 1-14 desember 2017. Laporan bencana yang dikumpulkan BPBD DIY per 09.00 WIB, bencana akibat siklon Cempakan menimpa 1.118 titik dan berdampak pada 15.706 warga di seluruh DIY. Bencana yang menimpa meliputi bencana tanah longsor, angin kencang dan Banjir.

Bencana ini merenggut nyawa 10 orang dan 13 warga terluka. Warga yang masih mengungsi berada di Kulon Progo sebanyak 150 orang.  Kerusakan juga menimpa 146 rumah,  7 jembatan, 12 jalan, 10 fasilitas pendidikan, kesehatan dan ibadah.


(SUR)