Angkringan akan Semarakan Pidato Perdana Gubernur DIY

Patricia Vicka    •    Kamis, 12 Oct 2017 12:41 WIB
pelantikan gubernuryogyakarta
Angkringan akan Semarakan Pidato Perdana Gubernur DIY
Presiden Joko Widodo bersama Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, dan Wakil Gubernur DIY Sri Paduka Paku Alam X -- ANT/Puspa Perwitasari

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Setelah ditetapkan sebagai Gubernur DIY periode 2017-2022, Sri Sultan Hamengku Buwana X dijadwalkan menyampaikan pidato perdana pada 16 Oktober 2017. Pidato akan dibacakan saat rapat paripurna istimewa di Gedung DPRD DIY.

Sekretaris Daerah Pemda DIY Gatot Saptadi mengatakan, pembacaan pidato gubernur adalah prosesi rutin yang biasa dilakukan oleh pemimpin daerah usai dilantik. "Di daerah lain, pembacaan pidato ini diawali dengan serah terima jabatan (sertijab) dari pemimpin lama ke baru. Tapi, karena di sini gubernurnya sama, jadi tidak ada sertijab. Langsung pidato perdana," kata dia di Kepatihan Yogyakarta, Kamis 12 Oktober 2017.

Pemda DIY membuka kesempatan rakyat untuk menyaksikan pidato cera langsung di gedung DPRD DIY. Sebuah layar TV akan disiapkan di luar ruang paripurna, agar rakyat bisa melihat dan mendengar pidato.

"Kita siapkan juga angkringan dan tumpengan buat warga," tutur mantan Kepala BPBD DIY ini.

Menurut Gatot, isi pidato secara garis besar adalah menegaskan kembali komitmen serta visi dan misi arah kebijakan selama lima tahun ke depan. Di antaranya, mengembalikan kejayaan Samudera Hindia dan menjadikan wilayah Yogyakarta bagian selatan sebagai `halaman muka` provinsi.

Berdasarkan visi misi tersebut, pembangunan akan lebih fokus di wilayah Yogyakarta bagian selatan. Potensi yang ada di segala bidang di wilayah Selatan akan lebih dioptimalkan.

"Misalnya soal perikanan, infrastruktur di sana, pariwisata yang ada. Itu yang akan ditingkatkan," pungkas Gatot.

Sebagai informasi, tingkat kemiskinan wilayah Yogyakarta bagian selatan termasuk tertinggi. Selama ini, pembangunan dan pertumbuhan ekonomi lebih banyak dilakukan di Kota Yogyakarta dan Kabupaten Sleman.


(NIN)