Banjir dan Longsor Ancam Warga Lereng Muria Barat

Rhobi Shani    •    Senin, 13 Nov 2017 13:00 WIB
banjirlongsor
Banjir dan Longsor Ancam Warga Lereng Muria Barat
ilustrasi Metrotvnews.com

Jepara: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepar, Jawa Tengah, mewaspadai hujan lebat yang bakal mengguyur wilayah Jepara bagian utara. Banjir bandang dan longsor mengancam lebih dari 5.000 jiwa yang bermukim di wilayah lereng gunung Muria sisi barat.
 
Kepala Pelaksana BPBD Jepara Lulus Suprayetno menyampaikan, warga yang terancam banjir bandang dan longsor adalah warga Desa Sumber Rejo Kecamatan Donorojo, Desa Tempur dan Desa Damarwulan Kecamatan Keling.
 
“Prakiraan BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisiaka) hujan lebat mulai awal Desember hingga Februari. Curah hujan mencapai lebih dari 300 mili liter per detik,” ujar Lulus, Senin 13 November 2017.
 
Lulus bilang, ratusan warga di Desa Sumber Rejo Kecmatan Keling terancam banjir. Utamanya warga yang tinggal di Dukuh Tempuran. Banjir bandang juga mengancam warga Desa Tempur Kecamatan Keling.
 
“Desa Tempur dan Damarwulan ancaman utamanya tanah longsor. Tapi banjir bandang juga sangat mungkin terjadi di Tempur,” kata Lulus.
 
Guna mengurangi risiko bencana, Lulus bilang, pihaknya telah membentuk komunitas kebencanaan di wilayah lereng Muria barat. Komunitas yang beranggotakan masyarakat setempat ini bakal dibekali pengetahuan berkait pengurangan risiko bencana.
 
“Komunitas ini sudah terbentuk tinggal menunggu pengesahan bupati pada akhir bulan ini,” ungkap Lulus.
 
Desa Sumber Rejo, Tempur, dan Damarwulan merupakan desa langganan banjir bandang dan longsor setiap musim hujan tiba. Ditambahkan Lulus, itu lantaran adanya perubahan perilaku masyarakat dalam pemanfaatan lahan.
 
“Ada pergeseran pola pertanian masyarakat, yang semula tumbuhan buah-buahan seperti kopi diganti dengan tanaman yang dimanfaatkan batangnya untuk dipotong seperti Sengon dan Jabon. Akibatnya air tidak terserap maksimal dan tanah tidak terikat kuat,” pungkas Lulus. 



(ALB)