Menteri Susi Tolak Bertemu Nelayan Cantrang yang Berdemo

Kuntoro Tayubi    •    Senin, 13 Nov 2017 20:02 WIB
nelayan
Menteri Susi Tolak Bertemu Nelayan Cantrang yang Berdemo
Ratusan Nelayan berdemo menyambut kedatangan Menteri Susi Pujiastuti di Tegal, Jawa Tengah, Senin, 13 November 2017. Foto: MTVN/Kuntoro Tayubi

Tegal: Menteri Susi Pujiastuti menolak bertemu dengan perwakilan nelayan Tegal, Jawa Tengah, yang menuntut pembatalan larangan cantrang. Mereka yang mendesak Kementerian Kelautan dan Perikanan melakukan uji petik, gagal bertemu dan menyampaikan aspirasinya.

"Kami sangat bebesar hati dan siap menerima, kalau dalam uji petik ditemukan alat tangkap ini tidak ramah lingkungan. Semuanya sudah saya sampaikan ke Dirjen KKP karena Bu Menteri menolak menemui kami," kata ketua Asosiasi Nelayan Indonesia (ANI), Riyono, di Tegal, Senin 13 November 2017.

Larangan cantrang akan membuat seratus ribu orang di Kota Tegal menganggur. Sebab, kata Riyono, ekonomi Tegal digerakkan pelaku perikanan cantrang.

Berlakunya larangan ini berdampak pada para pelaku perikanan cantrang. Mulai dari anak buah kapal, buruh sortir ikan, pedagang ikan, dan kuli panggul. Bahkan larangan ini juga memengaruhi ekonomi sekitar pelabuhan seperti penjual kopi hingga penjual gorengan.

"Larangan akan membuat sepi dan matinya pelabuhan perikanan," katanya.

Menurutnya, Peraturan Menteri No 71/2016 hanya melarang cantrang tanpa diskusi. Ia heran dengan keengganan dari pihak Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk duduk bersama nelayan dan berdiskusi mencari solusi.

"Saat ini kami masih menunggu agar bisa berdialog dengan Bu Menteri. Namun jika Bu Menteri tidak mau berdialog, kami pun tidak akan memaksa." Pungkasnya.

Ratusan nelayan di Kota Tegal, Jawa Tengah, mengelar aksi demo di ruas jalan lingkar Utara (jalingjut), Tegalsari, Senin 13 November. Aksi menuntut dibatalkannya penggunaan jaring cantrang tersebut.

(Baca: Ratusan Nelayan Tegal Demo Sambut Kedatangan Menteri Susi)

Selain itu, para nelayan yang tergabung dalam Paguyuban Nelayan Kota Tegal (PNKT) itu juga meminta Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) melakukan uji petik untuk membuktikan bahwa alat cantrang memang membahayakan biota laut.

Sekretaris PNKT Riswanto mengatakan, nelayan cantrang tetap menolak pelarangan cantrang. Ia berharap KKP melakukan uji petik bersama.

"Supaya kementerian tahu kalau cantrang itu tidak merusak biota laut. Karena cantrang berbeda dengan trawl," katanya.


(SUR)