Muhammadiyah Bidik Kaltim untuk Restorasi Ekosistem Hutan

Ahmad Mustaqim    •    Rabu, 05 Oct 2016 15:56 WIB
kehutanan
Muhammadiyah Bidik Kaltim untuk Restorasi Ekosistem Hutan
Seorang wisatawan asal Denmark menaiki pohon untuk menikmati panorama kawasan konsesi Hutan Harapan dari ketinggian 30 meter di Desa Bungku, Bajubang, Batanghari, Jambi, Rabu (28/9/2016). Foto: Antara/Wahdi Septiawan

Metrotvnews.com, Yogyakarta: PP Muhammadiyah menjadikan Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, sebagai proyek percontohan atau pilot project restorasi ekosistem hutan tropis. Agenda tersebut bakal melibatkan warga lokal.

Penanggung Jawab Restorasi Hutan Nonkayu PP Muhammadiyah, Muttaqin, menjelaskan ada tiga desa di dua kecamatan Kalimantan Timur yang menjadi sasaran proyek tersebut, yakni Desa Batu Rajang dan Sidung Indah di Kecamatan Segah, serta Desa Long Keluh, Kecamatan Kelay.

"Dua kecamatan itu kami pilih karena masih banyak daerah tutupan lahannya. Daerah lain sudah banyak dijadikan tambang," kata Muttaqin, di kantor PP Muhammdiyah Jalan Cik Ditiro Yogyakarta, Rabu (5/10/2016).

Ia mengatakan agenda ini telah memasuki tahap pemetaan pendampingan untuk penanaman pohon. Restorasi hutan tersebut bakal dirampungkan pada 2017. Jika berhasil, kata dia, akan berlanjut ke daerah lain.

"Agenda ini merupakan bagian pengembangan hasil hutan nonkayu untuk meningkatkan pendapatan masyarakat dan pengurangan emisi karbon. Tanaman akan bisa dipanen pada empat atau lima tahun setelah masa tanam," ujarnya.

Tenaga ahli hutan PP Muhammadiyah, M. Ali Imron, menyatakan ada dua hal penting yang perlu ditekankan apabila akan melakukan restorasi, yakni pengembalian struktur dan fungsi hutan. Menurutnya, apabila hutan telah direstorasi tapi tak memiliki fungsi, sama dengan belum jalan.

"Ada hutan tapi tak ada fungsi, itu konyol. Karena luas daratan di Kalimantan lebih banyak. Penekanan yang perlu dilakukan adalah pada fungsi ekonomi masyarakat," kata Ali.


(UWA)