Rawan Bencana, Masyarakat Yogya Diminta Siaga

Ahmad Mustaqim    •    Jumat, 11 Nov 2016 16:01 WIB
longsor
Rawan Bencana, Masyarakat Yogya Diminta Siaga
Foto ilustrasi. (Ant/Andreas Fitri Atmoko)

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Hampir seluruh wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta berpotensi terjadi bencana alam. Badan Penanggulangan Bencana Daerah setempat minta warga siaga bila terjadi hujan intensitas tinggi.

"Kesiapsiagaan harus dibangun. Kami menginstruksikan seluruh elemen bersiap," kata Koordinator Bidang Operasional Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD DIY, Indro Sambodo kepada Metrotvnews.com, Jumat (11/11/2016).

Indro menjelaskan sejumlah bencana alam di awal musim hujan sudah mulai terjadi di berbagai wilayah, baik Kabupaten Gunungkidul, Kulon Progo, Sleman, Bantul, dan Kota Yogyakarta.

Di Gunungkidul dan Kulon Progo, longsor sudah terjadi di titik rawan yang sebelumnya telah diprediksi. Titik rawan itu yakni Kecamatan Gedangsari (Gunungkidul) dan Kecamatan Samigaluh (Kulon Progo).

"Dalam hal ancaman longsor, Kulon Progo lebih memiliki risiko paling tinggi," kata dia.

Longsor, lanjut Indro, juga telah terjadi di Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman. Dampaknya, sebuah bangunan bagian belakang kafe rusak parah.

Selain hal itu, Indro juga mengatakan hujan deras yang terjadi, Kamis (10/11/2016), sempat mengakibatkan tiga sungai besar meluap, yakni sungai Code, Winongo, dan Gajahwong.

Ketiga sungai ini mengalir dari wilayah Sleman, Kota Yogyakarta, hingga Kabupaten Bantul. Bahkan, luapan air sungai itu sempat merendam sejumlah rumah warga dan badan jalan.

"Hujan deras yang terjadi di wilayah Yogyakarta biasanya bersifat temporari. Jika hujan berhenti, banjir akan berkurang," katanya.

Indro mengingatkan, apabila hujan dengan intensitas tinggi selama dua jam terjadi di Sleman, kawasan sungai Code, Winongo, dan Gajahwong harus waspada. Apabila intensitas waktu hujan bertambah satu jam, berstatus siaga.

"Jika sudah siaga, TRC (BPBD DIY) membagi tim siaga bencana yang terdiri dari 32 orang. Mereka akan bersama masyarakat, relawan, dan komunitas penanggulangan bencana segera melakukan antisipasi serta penanganan," ujarnya.


(SAN)