Lewat WhatsApp, Polisi Jerat Muncikari Prostitusi Online

Ahmad Mustaqim    •    Selasa, 29 Nov 2016 15:27 WIB
prostitusi online
Lewat <i>WhatsApp</i>, Polisi Jerat Muncikari Prostitusi <i>Online</i>
Kepala Polresta Yogyakarta, AKBP Tommy Wibisono (kanan) menunjukkan barang bukti. Foto: Metrotvnews.com/Ahmad Mustaqim

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Kepolisian Resort Kota Yogyakarta menangkap seorang muncikari protitusi online, AS, warga Semarang, Jawa Tengah, 14 November. AS ditangkap di salah satu hotel di Jalan Timoho Yogyakarta, tatkala mengantar dua perempuan.

Kepala Polresta Yogyakarta, AKBP Tommy Wibisono, mengatakan polisi membongkar praktik ini setelah anggotanya masuk ke dalam grup WhatsApp yang digunakan pelaku untuk menawarkan perempuan sebagai teman kencan.

Setelah tergabung dalam grup sosial media itu, polisi menyamar untuk memesan dua perempuan kepada AS. "Tarif per satu perempuan Rp1,5 juta," ujar Tommy di kantornya, Selasa (29/11/2016).

Setelah adanya kesepakatan pemesanan itu, polisi membayar uang Rp1 juta sebagai jaminan. Polisi dan AS sepakat bertemu di sebuah hotel di Jalan Timoho Yogyakarta. Di hotel itu, anggota Polresta Yogyakarta menangkap AS.

AS mengaku sudah menjalankan bisnis prostitusi online itu hampir satu tahun. AS mengaku menawarkan perempuan hanya untuk wilayah Yogyakarta. "Tapi masih kita dalami lagi dan kembangkan," ucap Tommy.

Dari AS, polisi menyita barang bukti empat telepon pintar, sebuah bra, sebuah celana dalam, dan uang Rp1 juta. Polisi menjerat AS dengan Pasal 296 dan Pasal 506 KUHP dengan ancaman hukuman bui 1,4 tahun.

"AS sudah menjadi tersangka. Kami sudah memeriksa dua saksi, yakni perempuan yang diniagakan AS," kata Tommy.

 


(UWA)