AP I Klaim Warga Penolak Bandara Kulon Progo Tersisa 5 Persen

Ahmad Mustaqim    •    Kamis, 03 Nov 2016 17:31 WIB
bandara
AP I Klaim Warga Penolak Bandara Kulon Progo Tersisa 5 Persen
Tulisan-tulisan warga penolak pembangunan NYIA di Kulon Progo, DIY. (Foto-foto: Ahmad Mustaqim)

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Penolakan terhadap bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta masih bergulir.

Namun, PT Angkasa Pura I mengklaim warga penolak rencana proyek pembangunan bandara baru itu, terus berkurang. Persentase warga penolak, klaim mereka, hanya tersisa sekitar lima persen.

Baca: Bandara Kulon Progo Datang, Puluhan Ton Hasil Pertanian Hilang

"Kita sudah lakukan semua proses sesuai undang-undang. Warga yang menolak kira-kira hanya tinggal lima persen," kata Pimpinan Proyek Rencana Pembangunan Bandara Kulonprogo dari PT Angkasa Pura I, Sujiastono saat dihubungi Metrotvnews.com di Yogyakarta, Kamis (3/11/2016).

Ia mengungkapkan, sejumlah warga yang sebelumnya menolak telah merelakan lahannya untuk kemudian dilakukan pengukuran. Setelah pengukuran, kata dia, bisa dilanjutkan dengan pembayaran ganti rugi.

Baca: Pembebasan Lahan Calon Bandara di Yogya Diklaim Tercepat

"Yang tidak setuju harga ganti rugi juga diberi kesempatan menggugat di pengadilan. Pembayaran ganti rugi ditarget selesai November ini," ujarnya. Sujiastono tidak merinci jumlah kepala keluarga penolak bandara.

Terpisah, juru bicara warga penolak bandara yang tergabung dalam paguyuban Wahana Tri Tunggal, David Yunianto, menegaskan kelompoknya akan terus menolak sampai kapanpun dan tanpa syarat. Penolakan, lanjutnya, telah dilakukan sejak awal wacana pembangunan bandara bergulir.



"Warga yang akhir-akhir ini setuju lahannya diukur bukan kelompok kami (WTT). Mereka keluar dari WTT lebih dulu sebelum membolehkan lahannya diukur," ungkapnya.

Baca: Bandara Kulon Progo Bisa Pertajam Ketimpangan Sosial

Ia mengatakan masih ada sekitar 250 KK yang menolak proyek bandara baru itu. Pihaknya bakal terus melakukan upaya penolakan proyek bandara. "Kami akan terus berusaha menolaknya, masih kami pikirkan jalannya," ujar David.


(SAN)