Bawaslu Jateng Tertibkan 27 Ribu APK

Budi Arista Romadhoni    •    Minggu, 09 Dec 2018 18:09 WIB
pilkada
Bawaslu Jateng Tertibkan 27 Ribu APK
Petugas Bawaslu Jawa Tengah menertibkan Alata Peraga Kampanye (APK), Minggu, 9 Desember 2018. Foto Bawaslu Jawa Tengah.

Semarang: Memasuki 75 hari pelaksanaan kampanye, sebanyak 27.981 alat peraga kampanye (APK) di Jawa Tengah ditertibkan. Hal tersebut dilakukan karena menggagu keindahan lingkungan. 

Koordinator Hubungan Masyarakat dan Antar Lembaga Bawaslu Jawa Tengah, Rofiuddin mengatakan, dari jumlah itu terdapat 27.669 buah yang ditemukan di tempat terlarang, kemudian ada 309 APK terpasang di branding mobil angkutan umum, dan tiga APK dengan materi melanggar aturan.

"Sesuai pasal 34 PKPU tentang ketentuan terkait pemasangan alat peraga kampanye. Larangan pemasangan APK berlaku di tempat ibadah, rumah sakit, lokasi pelayanan kesehatan, gedung pemerintahan maupun sekolah dan kampus," kata Rofiuddin di Semarang, Jawa Tengah, Minggu, 9 Desember 2018.

Rofiuddin mengungkapkan, penertiban melibatkan beberapa instansi lain seperti Satpol PP, KPU kabupaten dan kota, serta dinas perhubungan untuk mencopoti alat kampanye yang melanggar aturan. 

"APK yang ditertibkan antara lain berupa spanduk, poster, stiker maupun baliho yang terpasang di tepi jalan raya," ucapnya. 

Rofiuddin menyatakan, sesuai Pasal 298 ayat (2) UU 7/2017 tentang Pemilu, menyebutkan bahwa pemasangan alat peraga Kampanye Pemilu oleh pelaksana Kampanye Pemilu dilaksanakan dengan mempertimbangkan etika, estetika, kebersihan, dan keindahan kota atau kawasan setempat sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Kemudian, untuk pemasangan alat peraga Kampanye Pemilu pada tempat yang menjadi milik perseorangan atau badan swasta harus dengan izin pemilik bangunan.

"Masing-masing pemda sudah menetapkan mana saja zona yang bisa dipasangi alat peraga kampanye dan mana saja zona yang tak diperbolehkan dipasangi alat kampanye," jelas Rofiuddin.

Maka dari itu,  Rofiuddin meminta para peserta pemilu supaya mentaati aturan pemasangan APK. Supaya nantinya tidak mengganggu keindahan berbagai sudut tata wilayah. 


(DEN)