Sampah di Jepara Dijemput Hingga ke Rumah

Rhobi Shani    •    Jumat, 18 Jan 2019 20:30 WIB
sampah
Sampah di Jepara Dijemput Hingga ke Rumah
Lulut Andi Ariyanto Kasi Kebersihan dan Persampahan pada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jepara. Medcom.id/Rhobi Shani

Jepara: Masyarakat Jepara, Jawa Tengah, tidak perlu repot keluar rumah untuk membuang sampah. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, menyiapkan layanan jemput sampah hingga ke rumah.

Layanan jemput sampah itu disebut Jepapah (jemput sampah terpilah). Warga yang memanfaatkan layanan Jepapah cukup membayar Rp7.500 per bulan per orang di dalam Kepala Keluarga (KK). Sebelum ada layanan ini, masyarakat harus membuang sampah rumah tangga yang dihasilkan ke tempat pembuangan sampah.

“Setiap hari petugas kami yang akan mengambil sampahnya kemudian dibawa ke TPA (tempat pembuangan akhir). Syaratnya sampah harus dipilah,” ujar Kasi Kebersihan dan Persampahan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jepara Lulut Andi Ariyanto ditemui di ruang kerjanya, Jumat, 18 Januari 2019.

Pemilihan sampah dilakukan untuk mengurangi jumlah tumpukan sampah di TPA. Sebab, 77 persen sampah rumah tangga merupakan sampah organik. Sampah organik seharusnya tidak perlu sampai TPA karena dapat diolah menjadi pupuk.

Sebelum ada layanan Jepapah, sampah yang dibuang ke TPA tidak terpilah, sehingga TPA cepat penuh. “Sekarang masyarakat kota tidak perlu buang sampah lagi, sudah kami jemput,” Kata Lulut.

DLH Jepara telah menyiapkan aplikasi pengangkutan sampah, yaitu Si Angsa (sistem informasi sampah). Dalam waktu dekat aplikasi pengangkutan sampah ini dapat diunduh masyarakat untuk mendapatkan pelayanan jasa pembuangan sampah ke TPA.

 “Ide kami dari Go-Jek. Salah satu masalah sampah di Jepara ada di pengangkutan,” ungkap Lulut.

Setiap hari masyarakat di Bumi Kartini menghasilkan sampah 1.128 ton. Namun, sampah yang bisa terangkut hingga TPA hanya 100 ton.

Untuk mendapatkan layanan Si Angsa masyarakat bisa mendaftar pada aplikasi yang bisa diundah dari telepon pintar. Di dalam aplikasi itu, masyarakat juga mendapatkan informasi tentang pengolahan dan pemanfaatan sampah.

 “Pekan depan Si Angsa akan kami uji coba,” pungkas Lulut.


(SUR)