Karena Aseng, Kalapas Batu Nusakambangan Nonjob

Mustholih    •    Kamis, 03 Aug 2017 18:43 WIB
narkoba
Karena Aseng, Kalapas Batu Nusakambangan <i>Nonjob</i>
Kepala Kemenkumham Wilayah Jateng Ibnu Choldun saat jumpa pers di Semarang. (Metrotvnews.com/Mustholih)

Metrotvnews.com, Semarang: Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) mencopot Abdul Haris dari jabatan Kepala Lembaga Pemasyarakatan Batu Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Posisinya digantikan Sudjonggo yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Lapas di Provinsi Lampung. Pencopotan terkait narapidana bernama Aseng yang diduga mengendalikan penyelundupan 1,2 juta ekstasi asal Belanda.

Kepala Kemenkumham Wilayah Jateng Ibnu Choldun menyebut Kalapas dan Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas ditarik ke Kanwil Kemenkumham. "Sesuai instruksi Menteri," katanya saat jumpa pers di Semarang, Kamis, 3 Agustus 2017.

Baca: BNNP Jateng: Napi Nusakambangan Lihai Simpan Ponsel

Abdul Aris ditarik ke Kantor Kemenkumham Jateng tanpa diberi tugas dan jabatan apapun. "Ditempatkan sebagai staf biasa," ujar Ibnu. Hukuman serupa juga berlaku untuk Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas Batu Tribowo.

Ibnu menjelaskan keduanya dicopot berkaitan penguasaan telepon seluler oleh narapidana bernama Aseng. Hal itu diketahui dari hasil pemeriksaan tim yang dipimpin langsung Kadiv Pemasyarakatan.

Pemeriksaan sementara, kata Ibnu, Aseng mendapatkan ponsel dari pemberian teman satu selnya yang sudah bebas. "Tapi pengakuan ini masih kami dalami," katanya.

Merurut dia, peredaran ponsel di dalam lembaga pemasyarakatan itu masih menjadi persoalan. Ia menyebut banyak kemungkinan masuknya ponsel ke dalam Lapas, termasuk dugaan keterlibatan oknum petugas.

"Kami akan cari solusi agar hal tersebut tidak terulang," katanya.

Peran penyelundupan Aseng terungkap setelah Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri mengungkap sindikat narkoba jaringan internasional jenis ekstasi asal Belanda. Ekstasi yang diselundupkan Aseng berbentuk minion, tokoh kartun dalam film Despicable Me, yang disimpan dalam 120 bungkus uang dikemas dalam plastik alumunium.

Petugas mengamankan ekstasi sebanyak 1,2 juta butir dari dua pelaku yakni Liu Kit Cung (penerima) dan Erwin (kurir). Cung ditangkap di gudang Jalan Raya Kali Baru, Kecamatan Paku Haji, Kabupaten Tangerang, Banten pada 21 Juli 2017.

Sementara Erwin ditangkap di parkiran Flavour Blizt Alam Sutra pada Minggu 23 Juli 2017. Dari hasil pengembangan, Erwin mengakui pengedaran barang haram tersebut dikendalikan oleh seseorang dari Lapas Nusa Kambangan bernama Aseng.


(SAN)