Jalan Gatot Subroto Solo Terapkan E-Parking Mulai Hari Ini

Pythag Kurniati    •    Jumat, 04 Aug 2017 12:53 WIB
parkir meter elektronik
Jalan Gatot Subroto Solo Terapkan E-Parking Mulai Hari Ini
Wali Kota Solo FX. Hadi Rudyatmo mencoba e-parkir di Jalan Gatot Subroto. (Metrotvnews.com/Pythag Kurniati)

Metrotvnews.com, Solo: Penerapan parkir sistem elektronik (e-parking) diperluas di Kota Solo, Jawa Tengah. Kali ini giliran Jalan Gatot Subroto.

Kabid Perparkiran Dinas Perhubungan Kota Solo, Moch. Usman menerangkan, perluasan e-parking di Jalan Gatot Subroto merupakan pengembangan sistem parkir elektronik yang sudah dimulai sejak 2016. Saat itu, penerapannya diberlakukan di Jalan Dr. Rajiman (kawasan Coyudan).

“Tahun ini, di Jalan Gatot Subroto, kita sempurnakan dengan adanya e-money. Jadi pembayarannya menggunakan kartu,” ujar Usman saat ditemui usai peresmian penerapan e-parking, Jumat, 4 Agustus 2017.

Pemerintah Kota Solo menggandeng Bank Rakyat Indonesia untuk merealisasikan e-parking berbasis e-money di Jalan Gatot Subroto.

Secara teknis, pengunjung menempelkan kartu pada mesin electronic data capture (EDC) yang dipasang di tempat tertentu. Kemudian lembaran kertas parkir akan keluar dari mesin.

“Ketika pengunjung akan pulang, tempel kartu lagi. Otomatis saldo akan berkurang sesuai aturan tarif parkir,” kata dia.

Usman menjelaskan, mesin e-parking di Jalan Gatot Subroto tidak dirancang portabel. Pengunjung harus mendekat ke alat untuk melakukan transaksi parkir.

“Namun, nantinya setiap 50 meter akan terpasang mesin e-parking di Jalan Gatot Subroto. Targetnya, e-parking Jalan Gatot Subroto selesai pada tahun ini,” ungkap Usman.

Setelah meresmikan e-parking berbasis e-money di Jalan Gatot Subroto, Wali Kota Solo FX. Hadi Rudyatmo membidik Jalan Slamet Riyadi untuk penerapan e-parking selanjutnya. Alasannya, potensi parkir di jalan utama Kota Solo itu cukup besar.

Menurutnya, e-parking secara bertahap harus diterapkan ke seluruh lokasi parkir di Kota Solo. “Sejalan dengan konsep Solo Smart City pada tahun 2018 nanti,” kata Rudy.

Adanya pembayaran non tunai, kata dia, mendorong pemerintah lebih transparan dan akuntabel. “Sebab, potensi pemasukan parkir bisa terekam dan dilaporkan secara jelas,” terangnya.


(SAN)