Bayi Asal Jepara Lahir Tanpa Lubang Anus

Rhobi Shani    •    Jumat, 14 Jul 2017 12:15 WIB
kelainan bayi
Bayi Asal Jepara Lahir Tanpa Lubang Anus
Orang tua Jihan, Nor Sholeh dan Rina Listyaningrum -- MTVN/Rhobi Shani

Metrotvnews.com, Jepara: Pasangan Nor Sholeh, 23, dan Rina Listyaningrum, 23, dikarunia buah hati pada 19 Juni 2017. Putri pertama  mereka namai Jihan Novitasari.

Namun, kebahagia Sholeh dan Rina harus bercampur haru. Pasalnya, sang buah hati lahir tanpa memiliki lubang anus.

"Sebagai orang tua, tentu bahagia dan senang memiliki anak. Apa lagi ini anak pertama. Saat tahu anak kami lahir tanpa lubang anus, tentu kami kaget. Tapi, kami tidak menyalahkan siapa-siapa," kata Sholeh di RSUP Dr. Karyadi, Semarang, Jawa Tengah, Jumat 14 Juli 2017.

Warga Desa Troso, Kecamatan Pecangaan, Jepara, itu bercerita, anaknya juga menderita kelainan di kaki kanan. Daging di bagian perut pun tak tertutup sempurna. Pada bagian punggung juga terdapat benjolan.

Menurut Sholeh, isrtinya selalu rutin periksa ke bidan desa saat mengandung. Hasilnya, tak ada tanda-tanda kelainan.

"Waktu periksa, katanya bayinya sehat, baik-baik saja. Proses persalinan di bidan pun lancar," tutur Sholeh.

Karena kondisinya yang tak sempurna, Jihan kemudian dirujuk ke RSUD Kartini, Jepara. Setelah lima hari dirawat, RSUD Kartini angkat tangan. Jihan kembali dirujuk ke RSUP Dr. Kariadi, Semarang.

"Tapi tidak langsung kami bawa ke sini (RSUP Dr Kariadi), karena tidak punya biaya. Kami kemudian dibantu dari Partai NasDem dibawa ke sini menggunakan mobil ambulan Puskesmas Pecangaan," tutur Sholeh.

Sebagai buruh tenun, Sholeh sehari hanya mendapat upah Rp50 ribu. Namun, ia kini tak mendapatkan pemasukan apa pun sejak harus sang buah hati.

Saat ini, Sholeh hanya mengandalkan bantuan dari berbagai pihak untuk biaya hidup. "Kalau biaya pengobatan menggunakan BPJS. Tapi, untuk bolak-balik Jepara-Semarang dan kebutuhan lain seperti beli popok juga membutuhkan biaya," ungkapnya.

Sholeh mengaku tak tahu sampai kapan putrinya harus dirawat. Ia masih menunggu keputusan dokter untuk tindakan.

"Kata dokternya, paling tidak sebulan di sini," imbuh Sholeh.


(NIN)