Tegal Kerja Sama Penerapan e-Goverment dengan Batang

Kuntoro Tayubi    •    Rabu, 12 Jul 2017 18:07 WIB
penangkapan buayapemerintahan
Tegal Kerja Sama Penerapan <i>e-Goverment</i> dengan Batang
Bupati Tegal Enthus Susmono bersama Bupati Batang Wihaji menunjukkan MoU Penerapan e-Government -- MTVN/Kuntoro Tayubi

Metrotvnews.com, Tegal: Bupati Tegal Enthus Susmono menandatangani dokumen kerja sama penerapan sistem pemerintahan elektronik atau e-Government dengan Pemerintah Kabupaten Batang. Kerja sama dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik yang menuntut kecepatan, ketepatan, dan kemudahan.

Enthus mengapresiasi kinerja Pemkab Batang yang lebih dulu sukses menerapkan e-Government. Sehingga, mendapatkan rekomendasi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk dibagikan kepada pemda lainnya.

"Terlebih dalam hal penyelenggaraan pemerintahan yang semakin kompleks dan terbuka, tentu penggunaan teknologi informasi sangatlah diperlukan," kata Enthus di Pendopo Pemkab Batang, Jawa Tengah, Rabu 12 Juli 2017.

Menurut Enthus, membangun sistem pemerintahan berbasis elektronik memang tidak mudah. Selain memerlukan waktu dan riset yang panjang, juga memerlukan anggaran yang tidak sedikit.

"Dengan meng-copy sistem ini dan sedikit memodifikasinya, akan mempercepat proses aplikasinya. Hal ini tentu akan menghemat anggaran disamping efesiensi dari sisi waktu," ujarnya.

Enthus meminta Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait segera menindaklanjutinya dengan mengalokasikan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkompeten. Adapun aplikasi yang akan diterapkan meliputi e-Planning, e-Budgeting, e-SAKIP, e-Procurement, e-Simbankeu, dan e-Simpelbang.

Selain memudahkan proses perencanaan, penganggaran hingga monitoring, aplikasi tersebut dapat memantau perkembangan usulan pada kegiatan Musrenbang. "Baik saat dirumuskan oleh jajaran ekseskutif maupun saat dibahas bersama legislatif," sambung Enthus.

Sejalan dengan itu, Enthus juga mendukung keterlibatan KPK untuk ikut serta memantau pengelolaan keuangan Kabupaten Tegal melalui sistem ini. Tujuannya, meminimalisir penyalahgunaan keuangan negara.

"Termasuk mencegah adanya inefisiensi (pemborosan) anggaran atau belanja yang tidak berkualitas," imbuhnya.

Pertimbangan Enthus menggunakan aplikasi milik Pemkab Batang, antara lain karena sudah disesuaikan dengan e-Goverment Pemkab Tegal yang terintegrasi dengan Simda-nya BPKP. Faktor geografis berupa jarak yang relatif dekat akan mempermudah jalinan komunikasi dan konsultasi.

"Jika Pemkot Surabaya perlu waktu 12 tahun untuk membangun dan menerapkan E-Government ini, lalu Pemkab Batang mengcopy dan memodifikasinya selama kurang lebih 3 tahun, maka Pemkab Tegal saya targetkan kurang dari setahun sudah bisa beroperasi," pungkasnya.


(NIN)