Marah tak Dibuatkan Mi, Suami Bakar Istri

Rhobi Shani    •    Senin, 25 Sep 2017 16:59 WIB
kekerasan dalam rumah tangga
Marah tak Dibuatkan Mi, Suami Bakar Istri
Ahmad Zaenal, tersangka kasus pembakar istri.

Metrotvnews.com, Jepara: Usia pernikahan Ahamad Zaenal Arifin dengan Mutmainah baru enam bulan. Tapi, cekcok kerap mewarnai kehidupan pasangan muda yang tinggal di RT 02 RW 03 Desa Sowan Kidul, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Perkaranya sepele, mulai dari suami yang kerap minta uang istri, hingga istri tak mau memasak mi untuk suaminya.

Saat terjadi adu mulut, Zaenal kerap melayangkan pukulan ke tubuh istrinya. Puncaknya, 16 September 2017, Zaenal yang semula tidur bersama istrinya namun saling membelakangi, menyiramkan pertalite ke tubuh istrinya.
 
“Enggak ada masalah, hanya diam saja. Awalnya, saya enggak selera dengan masakan istri terus saya minta dibuatkan mi tapi (istri) tidak mau, saya masak sendiri,” ungkap Zaenal di Mapolres Jepara mengenakan baju tahanan, Senin 25 September 2017.
 
Kekesalan Zaenal kian bertambah saat tak diberi uang oleh istrinya untuk pergi ke acara hajatan tetangga. Pulang dari hajatan, Zaenal langsung menyiramkan segelas kopi ke muka sang istri.
 
“Dia terus ke kamar mandi ganti baju lalu masuk kamar tidak keluar-keluar. Saya tidur di depan televisi,” kata Zaenal.
 
Melihat sang suami tidur di depan televisi, Mutmainah menyusul. Tapi, mereka saling membelakangi dan tak bertegus sapa.
 
“Awalnya mereka bersama di depan televisi. Kemudian tersangka mengambil pertalite lalu disiramkan ke tubuh istrinya,” ujar Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho.
 
Saat menyiramkan pertalite, Yudi bilang, tersangka sedang merokok dan memegang korek api. Di hadapan petugas, tersangka menyatakan istrinya terbakar karena lilin yang menyala di dekat korban.
 
“Dari keterangan korban, sebelum kejadian memang listrik di rumah mati, tapi hanya sebentar setelah itu menyala,” kata Yudi.
 
Yudi melanjutkan, melihat istrinya terbakar, Zaenal berusaha memadamkan api dengan cara menyiram air ketubuh korban. Setelah api padam, Mutmainah dibawa ke bidan desa. Korban mengalami luka bakar di punggung.
 
“Kasus kekerasan dalam rumah tangga ini terungkap berdasar laporan warga yang mengetahui peristiwa itu saat kejadian. Karena saat itu sang istri teriak-teriak lalu mengundang perhatian warga,” pungkas Yudi.
(ALB)