Ganjar: Banjir di Pantura Luar Biasa

Mustholih    •    Jumat, 25 May 2018 19:37 WIB
banjir rob
Ganjar: Banjir di Pantura Luar Biasa
Ganjar Pranowo berbincang dengan warga di Pantura yang menjadi kroban banjir, Jumat 25 Mei 2018, dok: Istimewa

Pekalongan: Calon Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, menyoroti banjir rob yang menerjang sejumlah wilayah di Pekalongan. Banjir datang akibat cuaca buruk.

"Memang tinggi sekali dari Brebes, Pemalang hingga Demak. (Rob) pantura ini memang luar biasa," kata Ganjar di Pekalongan, Jawa Tengah, Jumat, 25 Mei 2018.

Ganjar berujar sebenarnya upaya menanggulangi banjir rob di Pekalongan sudah dilakukan dengan membangun tanggul laut. Proyek tanggul dengan konstruksi beton setinggi 3 meter dan panjang 8,5 kilometer itu sedang dalam proses pengurugan dengan alat berat.

Namun, Ganjar ingin proyek pembangunan tanggul laut Pekalongan segera dipercepat. "Saya ngomong ini sudah lama. Dan ini butuh kerja sama dari beberapa kepala daerah, kita tidak bisa egois. Air itu tidak punya tidak punya alamat. Kalau mau ngalir ya ngalir aja," ujar Ganjar menegaskan.

Di sisi lain, Ganjar meminta masyakarat turut membantu Pemerintah dengan tidak membuang sampah sembarangan dan mengelola sistem drainase yang baik. "Sistem drainase kita kelola pelihara, sistem-sistem sungainya bersih, limbah-limbah jangan dibuang di sungai. Harus siatematis," terang Ganjar.

Menurut Ganjar, mengatasi banjir rob butuh kerjasama antara Pemerintah Daerah dan Pemerintah Pusat. Sebab, biaya membuat tanggul sendiri butuh dana super besar. "Terkait Banprov Rp 10 miliar, bisa buat apa? Butuhnya triliunan rupiah kok," katanya.

Ganjar meninjau banjir rob di Jalan Kusuma Bangsa dan Jalan Pantai Sari, Pekalongan. Di dua jalan itu, rob menggenangi Taman Makam Pahlawan Prawira Reksanegara, Mapolsek, perumahan penduduk, dan sejumlah lembaga pendidikan.

Salah seorang warga, Wiwin Sulistyanto, menuturkan banjir rob di Pekalongan sudah melumpuhkan aktivitas warga di Kelurahan Panjang wetan, Panjang Baru, Kandang panjang, Krapyak Lor, Krapyak Kidul. "Tiap tahun pasti rob tapi kali ini yang paling parah. Rumah saya gak pernah kemasukan sekarang kemasukan seperut," katanya.


(RRN)