Rutan-Lapas di Banten Kelebihan 4.050 orang

Hendrik Simorangkir    •    Jumat, 27 Apr 2018 14:44 WIB
narapidana
Rutan-Lapas di Banten Kelebihan 4.050 orang
Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy bersama Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Banten Dewa Putu Gede mengunjungi Lapas Pria Klas 1A Tangerang.

Tangerang: Jumlah penghuni Rumah Tahanan (Rutan) dan Lembaga Permasyarakatan (Lapas) di Provinsi Banten diakui masih kelebihan kapasitas. Selain itu, masalah lainnya adalah kurangnya petugas jaga tidak seimbang dengan jumlah penghuni. 

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Banten Dewa Putu Gede mengatakan, wilayah Banten memiliki sekitar 10.125 warga binaan dan narapidana yang tersebar di 13 Rutan dan Lapas.

"Kalau ditotal kita kelebihan sekitar 40 persen atau 4.050 orang," ujar Dewa kepada Medcom.id di Lapas Pria Klas 1 A Tangerang dalam rangka Hari Bhakti Pemasyarakatan, Jumat, 27 April 2018. 

Dari jumlah tersebut, lanjutnya, bila dihitung perbandingan warga binaan dengan petugas jaga masih terlalu jauh.

"Saat ini petugas ada ribuan, saya lupa persisnya. Kami juga telah merekrut petugas ada sekitar 415 tenaga dan akan disebar di Lapas dan Rutan Banten. Itu seyogyanya masih kurang banyak," katanya.  

Bila dihitung perbandingan kapasitas Rutan dan Lapas serta ruang gerak 2x1 meter. Maka, Dewa menambahkan, harus dicari upaya memaksimalkan pembinaan penghuni Lapas dan Rutan. 

"Untuk itu, hampir di tiap Lapas dan Rutan di Banten, memiliki kegiatan produktif. Sehingga bisa mengalihkan kegiatan negatif napi menjadi produktif dan bermanfaat," jelasnya. 

Sementara itu, Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy menuturkan, terkait kelebihan kapasitas di Lapas dan Rutan Banten, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten akan mendukung Kementerian Hukum dan HAM untuk dapat memenuhi standar kapasitas. 

"Kelebihan kapasitas di Rutan dan Lapas ini teknis internal di Kementerian Hukum dan HAM. Kami (Pemprov) hanya bisa memberikan dukungan atau bekerja sama untuk hibah tanah untuk pembangunan Lapas atau Rutan agar tidak kelebihan kapasitas lagi," ujar Andika di tempat sama. 

Andika berharap kedepannya Kementerian Hukum dan HAM bersama Pemprov Banten dapat melaksanakan pembinaan dan pembangunan hukum yang baik di wilayah Banten. 

"Saya sangat mensupport pak Kakanwil Banten (Dewa Putu Gede) untuk bisa memberikan pembinaan kepada warga binaannya dengan baik agar kita bersama dapat menjaga wilayah Banten menjadi kondusif," pungkasnya. 


(ALB)