Mayoritas Sopir Bus Hipertensi

Pythag Kurniati    •    Rabu, 06 Jun 2018 12:49 WIB
Mudik Lebaran 2018
Mayoritas Sopir Bus Hipertensi
Sopir bus menjalani pemeriksaan kesehatan di Terminal Tirtonadi, Solo, Jawa Tengah.

Solo: Jelang masa angkutan lebaran, ratusan sopir bus di Terminal Tirtonadi, Kota Solo, Jawa Tengah menjalani pemeriksaan kesehatan. Pemeriksaan dilaksanakan selama dua hari mulai Rabu, 6 hingga Kamis, 7 Juni 2018.

Pantauan di lapangan, pengemudi sopir baik Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) maupun Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) menjalani serangkaian pemeriksaan. Mulai dari tekanan darah, gula darah, cek urine untuk memastikan bebas narkoba serta bebas alkohol.

"Setelah diperiksa, hasilnya mayoritas sopir mengalami hipertensi (tekanan darah tinggi)," ungkap Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota (DKK) Surakarta Sri Martyastuti, Rabu, 6 Juni 2018.

Menurut Sri, beberapa faktor menjadi pemicu para pengemudi mengalami hipertensi. Salah satunya lantaran usia. Kebanyakan pengemudi bus berusia di atas 40 tahun.

Selain itu tekanan di jalan raya juga menjadi persoalan. Pengemudi selalu dihadapkan pada kondisi panas dan kemacetan setiap hari. "Kondisi itu memicu stres dan hipertensi," kata dia.

Dari konsultasi yang dilakukan dengan para sopir bus, kata Sri, jam istirahat mereka pun tidak memenuhi syarat kesehatan. Idealnya, sesuai petunjuk kementerian kesehatan pengemudi dibatasi mengemudi selama empat jam. Setelah itu, mereka harus beristirahat terlebih dahulu jika ingin melanjutkan perjalanan.

"Namun kenyataannya ada yang sampai 10, 12 jam. Badan mereka lama-lama bisa tidak kuat," papar dia.

Bagi sopir dengan hipertensi ringan, Dinas Kesehatan memberikan sejumlah obat gratis. Sedangkan bagi penderita hipertensi berat, mereka direkomendasikan untuk tidak mengemudi dalam waktu dekat. DKK juga akan terus memantau kesehatan para sopir bus.

Sementara Koordinator Terminal Tipe A Tirtonadi Joko Sutriyanto mengemukakan, pihaknya melakukan langkah untuk mengantisipasi kondisi sopir bus yang tak prima. Antara lain dengan memberikan sosialisasi standar kondisi pengemudi pada PO bus.

"Sedangkan untuk mengatasi kelelahan sopir, kami siapkan tempat untuk istirahat sopir," jelas Joko.

Selain pemeriksaan kesehatan, pihak terminal juga menggencarkan pemeriksaan fisik dan administrasi bus. Yaitu dengan rutin menggelar ramp check.

"Ini semata-mata dilakukan untuk menjamin keamanan dan kenyamanan pemudik pada masa angkutan lebaran," tutup dia.


(ALB)