Gunungkidul Siapkan Rp600 Juta Cegah Kemarau

Ahmad Mustaqim    •    Rabu, 09 May 2018 14:37 WIB
kemarau
Gunungkidul Siapkan Rp600 Juta Cegah Kemarau
Musim kemarau di Gunungkidul. (ANT/Hendra Nurdiyansyah)

Gunungkidul: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyiapkan Rp638.345.000 untuk menghadapi kemarau 2018. Karena, sejak April hingga Mei hujan tak membasahi wilayah pegunungan kapur tersebut.

"Dana disiapkan untuk menanggulangi masalah kekurangan air saat kemarau, anggaran digunakan untuk persediaan air bersih, jasa sopir pengiriman air, bahan bakar, hingga administrasi," beber Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Edy Basuki, Rabu 9 Mei 2018.

Edy menuturkan, pihaknya kini tengah menyiapkan armada untuk kebutuhan operasional. Kondisi armada pun selalu dicek, untuk mengantisipasi kendala.

Dia menyatakan, selalu berkoordinasi dengan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Handayani untuk turut menanggulangi kekeringan. Edy menyebut, kebutuhan air bakal meningkat bersamaan dengan bulan Ramadan.

Wilayah yang terdampak kemarau yakni Kecamatan Girisubo, Rongkop, Tepus, Tanjungsari, Panggang, Saptosari, Purwosari, Gedangsari, Ngawen, Semanu, dan sebagian Kecamatan Wonosari.

"Hingga kini memang belum ada laporan soal kekurangan air bersih. Kami akan bahas masalah kekeringan dengan pemerintah kecamatan minggu depan," jelasnya.

Direktur PDAM Tirta Handayani Isnawan Febrianto menambahkan, sebanyak 80 persen warga Gunungkidul sudah terjangkau saluran air perpipaan. Dari 80 persen, sebanyak 60 persen melalui PDAM dan 20 persen melalui Sistem Penyediaan Air Minum Desa (SPAMDes).

Sedangkan sisanya tidak terjangkau air perpipaan dan menggunakan air sumur gali hingga pengadaan air secara mandiri.

"Semoga selama kemarau dan Ramadan ataupun Lebaran tidak ada kendala soal air bersih," kata dia.


(LDS)