Kemendagri akan Bantu KPU Verifikasi Data Ganda

Mustholih    •    Kamis, 12 Apr 2018 19:01 WIB
pilkada serentak
Kemendagri akan Bantu KPU Verifikasi Data Ganda
Ilustrasi pilkada, Medcom.id

Semarang: Kementerian Dalam Negeri menyoroti banyaknya penduduk Jawa Tengah yang masuk dalam daftar pemilih sementara (DPS) memiliki nomor induk kependudukan (NIK) ganda. Komisi Pemilihan Umum Jawa Tengah diminta melakukan verifikasi pendudukyang memiliki NIK ganda berdasarkan data penduduk potensial pemilih Pemilu (DP4) dari Kemendagri.

"Jadi kami menemukan DPS yang NIK-nya ganda, datanya ganda. Itu bukan bersumber dari Kemendagri. Kami minta KPU untuk verifikasi kembali, akan kami bantu dengan data DP4. Gunakan DP4 untuk memverifikasi data pemilih sementara yang NIK-nya belum ada atau data NIK-nya ganda," kata Direktur Jenderal Dukcapil Kemendagri, Zudan Arif Fahrullah, usai menjadi pembicara di kegiatan Musrembang Provinsi Jawa Tengah, Semarang, Kamis, 12 April 2018.

Menurut Zudan, Kemendagri sudah memberi DP4 kepada KPU Jateng pada 27 November 2017. Namun, Zudan mengaku tidak tahu jumlah detail warga Jateng yang memiliki NIK ganda. "Yang jelas DPS yang NIK-nya ganda bukan bersumber dari Kemendagri," ujar Zudan menegaskan.

Zudan menambahkan jumlah warga Jawa Tengah sekitar 36 juta jiwa. Sebentar lagi, warga Jawa Tengah juga akan memilih calon Gubernur mereka dalam kontestasi Kepala Daerah Jawa Tengah 2018.

Zudan berujar, selain masalah NIK ganda, Provinsi Jateng juga menghadapi kendala banyaknya warga yang belum merekam KTP elektronik. Padahal, Kemendagri mengklaim sudah melakukan jemput bola dengan mendatangi warga hingga ke tingkat Rukun Tetangga (RT). 

"Masalahnya adalah masyarakatnya yang tidak datang-datang, padahal kami sudah jemput bola. Misalnya di Polda, banyak polisi yang belum rekam kami bisa datang ke sana atau datang ke RT-RT, Kecamatan-kecamatan. Prinsipnya masyarakat harus proaktif melakukan perekaman," jelas Zudan.


(RRN)