Ayam Sakit Akibatkan Harga Melambung di Pasar

Pythag Kurniati    •    Senin, 11 Jun 2018 15:10 WIB
hari raya idul fitri
Ayam Sakit Akibatkan Harga Melambung di Pasar
Pedagang ayam hidup di Pasar Ayam Semanggi, Kota Solo, Jawa Tengah, Medcom.id - Pythag

Solo: Harga daging ayam naik di Solo, Jawa Tengah, pada beberapa hari menjelang Idulfitri. Kondisi itu terjadi lantaran stok menurun dan penyakit menyerang ayam.

Di Pasar Legi Kota Solo, harga daging ayam mencapai Rp38 ribu per ekor. Ketua Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) Jawa Tengah Pardjuni mengemukakan stok ayam menurun hingga 20 persen dalam tiga pekan terakhir.

"Kondisi itu terjadi karena force majeur atau di luar kendali. Banyak ayam yang sakit," ujar Pardjuni di Solo, Senin, 11 Juni 2018.

Kondisi tersebut, papar Pardjudi, diduga akibat larangan penggunaan Antibiotic Growth Promoter (AGP) atau antibiotik imbuhan pakan pada unggas. 

"Sehingga ketahanan ternak berkurang dan pertumbuhannya melambat," ujar Pardjuni.

Berdasarkan data Pinsar, lanjut Pardjuni, kebutuhan ayam di Jawa Tengah meningkat jelang Lebaran. Di hari normal, kebutuhan ayam di Jateng mencapai 1,1 juta hingga 1,2 juta ekor ayam per hari.

Sedangkan jelang lebaran ini kebutuhan ayam menjadi 1,5 juta ekor per hari. Sementara untuk wilayah Solo Raya, kebutuhan ayam mencapai 130 ribu ekor per hari.

Pinsar, lanjutnya, bersama dengan Kemendag, Dinas Perdagangan Kota Surakarta dan asosiasi peternak ayam lainnya turut berpartisipasi dalam operasi pasar daging ayam ras di Kota Solo pada 11 Juni-12 Juni 2018. Upaya ini dilakukan untuk mengendalikan harga daging ayam yang melambung.

Pada operasi pasar yang digelar di empat pasar di Kota Solo, daging ayam ras dijual seharga Rp33ribu per kilogram. Operasi pasar juga menyediakan daging ayam beku Rp30ribu per kilogram.

Tak hanya itu, pedagang ayam hidup diminta membeli ayam dari asosiasi yang telah bekerja sama. Mereka akan memberikan harga di bawah harga jual pasar. Sehingga diharapkan, harga pun dapat ditekan setelah sampai ke konsumen terakhir.



(RRN)