BPBD Gunungkidul Minta Tambahan Alat Deteksi Longsor

Ahmad Mustaqim    •    Senin, 28 Nov 2016 15:34 WIB
bencana
BPBD Gunungkidul Minta Tambahan Alat Deteksi Longsor
Foto ilustrasi. (Ant/Destyan Sudjarwoko)

Metrotvnews.com, Gunungkidul: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta menganggap jumlah alat deteksi dini (early warning system/EWS) longsor terpasang belum mencukupi.

Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Budhi Harjo mengatakan baru sebanyak 63 EWS yang terpasang di kawasan rawan longsor. Menurut dia, yang dibutuhkan sebanyak 300 EWS.

"Kami akan mengajukan tambahan EWS 30 unit tahun depan. Tahun ini ada bantuan lima unit (EWS) tapi belum ada kejelasan lagi," ungkap Budhi melalui sambungan telepon, dari Yogyakarta, Senin (28/11/2016).

Apa yang Budhi harapkan berdasar pada rawannya bencana longsor. Sebab, beberapa kali longsor dalam sepekan terakhir di Gunungkidul.

Longsor pertama terjadi di Dusun Parangan, Desa Semin, Kecamatan Semin, Minggu (20/11/2016). Bukit yang longsor itu mengakibatkan dua rumah warga sebagian rusak.

Kedua, terjadi di Desa Watugajah, Kecamatan Gedangsari, Jumat (25/11/2016). Meski longsor parah, kejadian itu membuat rumah warga bernama Paryanto menjadi miring. Ketiga yakni sebuah tebih setinggi 10 meter di Desa Hargomulyo, Kecamatan Gedangsari, longsor pada Sabtu (26/11/2016). Longsor itu membuat rumah seorang warga rusak parah di bagian belakang.

Kepala Seksi Logistik dan Kedaruratan BPBD Gunungkidul, Sutaryono mengutarakan, tak ada korban jiwa dalam peristiwa longsor beberapa waktu terakhir. Menurutnya, BPBD hanya bisa mengimbau masyarakat lebih waspada, terlebih di daerah rawan longsor namun belum terpasangi EWS.

"Intensitas hujan juga cukup tinggi akhir-akhir ini. Masyarakat kami minta lebih mencermati tanda-tanda alam buat meminimalisasi dampak jika terjadi bencana," ungkap Sutaryono.


(SAN)