Kepala Dispendukcapil Solo Komentari Dugaan Pungli

Pythag Kurniati    •    Jumat, 11 Nov 2016 17:30 WIB
pungutan liar
Kepala Dispendukcapil Solo Komentari Dugaan Pungli
Foto ilustrasi. (Ant/Aloysius Djarot Nugroho)

Metrotvnews.com, Solo: Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Solo Suwarta akan menyelidiki dugaan pungutan liar (pungli) di kantornya. Temasuk menyelidiki keterlibatan Aparatur Sipil Negara (ASN). 

Hal tersebut menyusul pernyataan Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo mengenai kecurigaan adanya pungli nomor antrean di Dispendukcapil setempat. 

Baca: Gubernur Jateng Marahi Polisi Pungli

“Kami perlu perdalam lagi untuk melihat kebenaran, apakah ada pungli nomor antrean,” ujar Suwarta, Jumat (11/11/2016).

Suwarta mengungkapkan, jika terbukti benar ada ASN yang terlibat, sanksi tegas akan dijatuhkan. “Kami 100 orang yang bertugas di Dispendukcapil sudah berkomitmen memberi layanan yang bersih dari pungli. Jika benar terbukti ada yang terlibat sanksi sesuai PP Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin,” papar dia.

Suwarta menegaskan tidak akan mentolerir anggotanya jika ikut bermain. Namun, dia masih akan menyelidiki ada tidaknya pungli. “Jika ada, sejauh apa keterlibatannya,” imbuhnya.



Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo menerima informasi dari warga adanya dugaan pungli bermodus nomor antrean di kantor Dispendukcapil Solo. Pelayanan yang seharusnya dibuka pukul 07.00 WIB, kata Rudy, dibuka lebih awal. Rudy juga menjelaskan ada oknum yang sengaja mengambil nomor antrean dan meminta imbalan uang dari masyarakat. 

Perihal waktu dibukanya layanan lebih awal, Suwarta menjelaskan, hal tersebut lantaran adanya lonjakan permintaan perekaman data e-KTP mulai September setelah Kemendagri menetapkan batas akhir perekaman e-KTP. Satu bulan terakhir, lanjutnya, lonjakan permohonan e-KTP naik lima kali lipat.

“Namun sekarang layanan sudah normal kembali. Mulai dibuka pukul 07.00 WIB,” terang Suwarta.

Baca: Empat Praktik Pungli di Lembaga Negara yang Paling Parah

Setelah adanya dugaan pungli nomor antrean, Suwarta mengaku memberlakukan pengawasan ketat. “Dulunya memang sudah ada pengawas. Namun setelah ada dugaan ini, kami lebih pertegas lagi pengawasannya,” tutup dia.


(SAN)