Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Anak di Tegal Meningkat

Kuntoro Tayubi    •    Kamis, 01 Nov 2018 18:32 WIB
kekerasan anakkekerasan
Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Anak di Tegal Meningkat
ilustrasi Medcom.id

Tegal: Orang tua yang memiliki anak di bawah umur diminta waspada. Sebab, saat ini di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, marak dengan kasus kekerasan seksual. Data Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) setempat, jumlah kekerasan seksual terhadap anak-anak di bawah umur sudah lebih dari 10 kasus. 

"Sejak awal Januari sampai sekarang (akhir Oktober 2018), jumlahnya sudah banyak. Lebih dari 10 kasus," kata Kabid Pemberdayaan Perempuan Dinas P3AP2KB Kabupaten Tegal, Tien Mei Antiyas, Kamis, 1 Nopember 2018.

Menurut Tien, grafik kasus pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur, selalu naik setiap tahun. Bahkan, tahun ini lebih banyak dibandingkan tahun lalu. Meski lebih banyak, tapi Tien tidak mengungkapkan jumlahnya secara rinci. 

Dia hanya mengungkapkan, korban kasus kekerasan seksual itu cenderung anak-anak yang masih duduk di bangku Taman Kanak-kanak dan Sekolah Dasar (SD). Ironisnya, pelaku bukan orang jauh. Tetapi di lingkungannya sendiri. 

"Kasus yang sering kami tangani, biasanya pelakunya orang dekat. Keluarganya sendiri. Entah orangtua, kakek, paman, atau tetangganya sendiri," ungkapnya.

Selain kasus kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur, Tien juga mengungkapkan tentang kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Menurutnya, kasus tersebut juga mengalami peningkatan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. 

Tahun 2018 ini jumlahnya lebih dari 10 kasus. Adapun, faktor terjadinya KDRT cenderung karena ekonomi, sumber daya manusia (SDM), dan suami yang bekerja di luar kota. Sehingga terjadilah perselingkuhan yang berimbas pada KDRT. 

"Untuk KDRT, biasanya kami melakukan mediasi. Kami akan memberikan pendampingan visum secara medis, kejiwaan, dan proses hukum. Jika mediasi tidak berhasil, kami akan melibatkan LBH (lembaga bantuan hukum)," ujarnya.

Tien menyarankan, untuk menghindari terjadinya KDRT, pasangan suami istri harus saling percaya. Meningkatkan rasa syukur meski pendapatannya kecil. Selain itu, hilangkan kecemburuan sosial. 

Sementara untuk menghindari terjadinya pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur, para orangtua harus meningkatkan perhatiannya terhadap putra-putrinya. Tak terkecuali, juga harus membatasi penggunaan telephon seluller jenis android. 

"Berikan pantauan maksimal kepada anak-anak," pungkasnya.



(ALB)