Penonton Nobar Film G30S/PKI di Brebes Tembus 69 Ribu

Kuntoro Tayubi    •    Sabtu, 30 Sep 2017 11:49 WIB
peringatan g 30 s pkiisu g30s
Penonton Nobar Film G30S/PKI di Brebes Tembus 69 Ribu
Nobar film 'Pengkhianatan G30S/PKI' di alun-alun Brebes, Jawa Tengah. Foto: MTVN/Kuntoro Tayubi

Metrotvnews.com, Brebes: Komandan Kodim 0713/Brebes, Jawa Tengah, Letkol (Inf) Ahmad Hadi Hariono mengaku penonton film 'Pengkhianatan G30S/PKI' di Brebes melampaui bayangannya. Pemutaran film yang dibungkus dalam kegiatan nonton bareng (nobar) contohnya, bisa mencapai 69.019 penonton.

Kegiatan nobar masih akan terus berlangsung hingga beberapa hari ke depan. Harapannya, seluruh warga bisa menyaksikan dan mengingat kembali sejarah kelam yang pernah terjadi di Indonesia.

 “Sasarannya adalah remaja atau pemuda, mahasiswa, pelajar SMA/SMK dan para santri yang tersebar di 17 kecamatan wilayah Kabupaten Brebes. Pelaksanaan kegiatan dikoordinir oleh setiap koramil,” kata Dandim disela kegiatan Nobar, Jumat malam, 29 September 2017, di alun-alun Brebes.

Sebagian masyarakat, kata dia, perlu diingatkan kembali sejarah yang mulai terlupakan sejak masa reformasi. Meskipun saat ini paham komunis di dunia sudah hancur. Namun, ada hantu PKI di Indonesia yang terkesan akan dibangkitkan kembali.

“Tujuannya tidak lain hanya untuk memecah-belah persatuan bangsa Indonesia yang sudah kokoh,” ungkapnya.

MPC Pemuda Pancasila Wahyudin Nuraly mengatakan, paham komunis sangat bertentangan dengan ajaran Indonesia sebagai negara demokrasi dan berideologi pancasila. Mulai dari aspek teologi, ideologi, sosial, politik, hingga sejarah.

PKI telah melakukan pemberontakan terhadap pemerintahan yang sah berulang kali. “Peristiwa 1965 dikenal sebagai pemberontakan PKI yang paling besar karena memakan banyak korban baik dari para jenderal TNI, masyarakat sipil, hingga anggota PKI itu sendiri,” ungkapnya.

Salah seorang warga Brebes, Ahmad Samsudin, mengaku sudah beberapa kali ini menonton film sejarah tersebut. Namun karena saat itu masih kecil, ia tidak memahami alur ceritanya. Saat itu, hanya mengetahui adegan penculikan para jenderal yang jasadnya dimasukkan ke dalam sumur.

“Saya senang ikut nobar di sini, karena semakin paham ceritanya. Mengingatkan kembali sejarah pemberontakan PKI,” ujarnya.


(SUR)