Peternak Ayam Petelur Kulon Progo Tumbang

Antara    •    Selasa, 09 May 2017 17:23 WIB
telur ayam
Peternak Ayam Petelur Kulon Progo Tumbang
Peternakan ayam petelur. (Ant/Adeng Bustomi)

Metrotvnews.com, Kulon Progo: Dari tahun ke tahun, terus terjadi penurunan jumlah peternak ayam petelur di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Rata-rata peternak jatuh dalam kebangkrutan lantaran anjloknya harga jual telur.

"Pada 1997, jumlah peternak ayam petelur sangat banyak, tapi tahun ini mengalami penurunan. Hal ini disebakan harga telur selalu di bawah modal," kata Staf Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Pangan Kulon Progo Sukamta, Selasa, 9 Mei 2017.

Namun, Sukamta tak merinci jumlah penurunan peternak ayam petelur. Yang pasti, harga jual telur yang rendah membuat peternak tak bisa membeli pakan. Di saat bersamaan, harga pakan ternak melonjak akibat pembatasan impor jagung.

"Pada 2017, pemerintah membatasi impor jagung. Di satu sisi mengganggu produksi telur dalam negeri. Ini merupakan kebijakan dilematis," katanya.

Sukamta mengatakan mulai Desember sampai awal Mei harga telur di bawah modal peternak. Awal Mei sampai saat ini, harga telur berangsur membaik.

Permintaan telur sangat tinggi karena pelaku industri kue membeli telur untuk membuat kue lebaran. "Saat ini, harga telur sudah di atas modal, berkisar Rp18.000-Rp21.000 per kg. Kalau kondisi ini stabil, peternak Kulon Progo bisa bangkit lagi," katanya.

Selain itu, ia mengatakan ayam potong di Kulon Progo relatif terlindungi karena ada kemitraan dengan pengusaha besar. Harga daging ayam sudah ditentukan dalam kontrak, sehingga kenaikan atau penurunan daging ayam tidak berdampak pada peternak.

"Peternak ayam pedaging tidak mengalami kerugian," katanya.

Asisten Perekonomian Pembangunan dan Sumber Daya Alam Setda Kulon Progo Triyono mengatakan tren kenaikan daging ayam, tinggi pada awal tahun. Harga di atas Rp18.100 per kg ayam hidup.

"Harga pada 2017 lebih rendah dibangding 2016 yang mencapai Rp22.400 per kg ayam hidup," katanya.


(SAN)