Komentar Menag soal Dua Tahun Santunan Crane tak Kunjung Cair

Patricia Vicka    •    Selasa, 08 Aug 2017 17:46 WIB
crane jatuh di arab saudi
Komentar Menag soal Dua Tahun Santunan <i>Crane</i> tak Kunjung Cair
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin (berpeci) saat jamuan makan siang bersama kepala kanwil kemenang se-Indonesia di Prambanan, DIY. (Metrotvnews.com/Patricia Vicka)

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Dua tahun sudah peristiwa jatuhnya crane di Masjidil Haram, Mekkah, Arab Saudi terjadi. Namun, hingga kini uang santunan bagi ratusan korban belum cair. Bahkan, belum ada kejelasan kapan santunan tersebut dicairkan. 

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan pihaknya sudah berulang kali menanyakan ke Kerajaan Arab Saudi proses pencairkan uang santunan tersebut. Kerajaan Arab, katanya, beralasan masih banyak data korban dari negara lain yang belum komplet. 

"Perwakilan kita di Arab selalu komunikasi soal santunan ke pemerintah Arab. Data-data korban dari beberapa negara belum lengkap," ujar Lukman pada Metrotvnews.com usai makan siang bersama perwakilan Kepala Kanwil Kemenag seluruh Indonesia di Arjuna Garden, Candi Prambanan Yogyakarta, Selasa, 8 Agustus 2017.

Ia menjelaskan Kerajaan Arab tak mau berulang kali mencairkan uang santunan. Semua data-data korban dari berbagai negara harus terkumpul terlebih dahulu sebagai syarat pencairan.

Pihaknya tak bisa mendesak Arab untuk secepatnya mencairkan dana. Sebab uang santunan bukanlah kewajiban dan keharusan. Namun merupakan kemurahan hati raja Salman yang prihatin dengan para korban.

"Kita enggak berwenang memaksa jadi masih menunggu dan tetap memantau kelanjutan prosesnya," tutupnya.

Tragedi jatuhnya crane di Masjidil Haram terjadi pada 11 September 2015. 10 orang Indonesia meninggal dalam kecelakaan ini.

Saat itu Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz memerintahkan, agar seluruh korban mendapatkan santunan. Korban meninggal atau cacat permanen mendapat satu juta riyal atau sekitar Rp3,6 miliar. Keluarga atau ahli waris juga dijanjikan untuk berhaji pada 2016.

Sedangkan, korban luka mendapat santunan 500.000 riyal atau setara Rp1,7 miliar. Mereka juga dijanjikan akan diundang kembali ke Makkah untuk menyempurnakan ibadah hajinya.


(SAN)