Gadis 15 Tahun Jadi Mahasiswi UGM

Patricia Vicka    •    Senin, 07 Aug 2017 15:49 WIB
prestasi mahasiswa
Gadis 15 Tahun Jadi Mahasiswi UGM
Kamila Putri Hafizah, mahasiswi termuda di UGM -- MTVN/Patricia Vicka

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Kamila Putri Hafizah dinobatkan menjadi mahasiswi termuda di Universitas Gajah Mada (UGM), Yogyakarta. Wajar saja, umurnya baru 15 tahun lewat lima bulan.

Postur tubuhnya yang mungil membuat gadis asal Sidoarjo, Jawa Timur, ini terlihat mencolok diantara 8.322 mahasiswa baru UGM lainnya. Seolah tak peduli dengan sejumlah orang yang menatapnya heran, ia tetap asyik bercengkrama dengan mahasiswa baru UGM lainnya saat mengikuti Pelatihan Pembelajar Sukses Mahasiswa Baru (PPSMB) 2017.

Kamila diterima di Jurusan Geografi dan Ilmu Lingkungan, Fakultas Geografi, UGM, melalui jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2017. "Saya tidak menyangka saat pengumuman SBMPTN diterima di Fakultas Geografi UGM. Pilihan pertama saya saat SBMPTN adalah Psikologi di Unpad. UGM pilihan kedua," kata dia saat berada di Lapangan Graha Sabha Pramana, UGM, Senin 7 Agustus 2017.

Sejak kecil, anak kedua dari tiga bersaudara ini mengaku menyukai ilmu lingkungan dan alam. Kecintaannya itu tumbuh karena senang menonton film dokumenter tentang alam.

Ia pun berkeinginan masuk UGM saat mengenyam pendidikan di SMA Negeri 2 Sidoarjo. "Cita-cita saya menjadi anggota National Geographic setelah lulus dari UGM," ujar Kamila sambil tersenyum.

Usia Kamila masih sangat muda saat menyandang status sebagai mahasiswa karena program akselerasi yang ditempuhnya sejak SD hingga SMA. Kamila menamatkan pendidikan di SD hanya dalam waktu lima tahun. Sementara, SMP dan SMA masing-masing ia selesaikan dalam waktu dua tahun.

Meskipun selalu menjadi murid termuda di kelas, Kamila mengaku tak kesulitan ketika bergaul dengan teman-temannya yang rata-rata terpaut usia tiga hingga empat tahun.

"Saya sudah terbiasa menjadi yang termuda, jadi tidak minder. Orang tua juga mendukung, yang penting, selain meningkatkan IQ, saya juga imbangi peningkatan SQ dan EQ," pungkas Kamila.

Rektor UGM Panut Mulyono mengatakan, kampusnya tidak akan memberikan perlakuan khusus pada Kamila. Menurutnya, mahasiswa yang masuk UGM di bawah usia rata-rata biasanya bisa cepat beradaptasi, berbaur dengan teman-temannya, dan menyelesaikan studinya tepat waktu.

Panut berharap, Kamila nantinya dapat melanjutkan studi di tingkat S2 dan S3. Bahkan, jika mungkin hingga mendapatkan gelar profesor atau doktor termuda.


(NIN)