Yogyakarta Disebut Tempat Transit Peredaran Narkoba

Ahmad Mustaqim    •    Selasa, 15 Aug 2017 11:54 WIB
narkoba
Yogyakarta Disebut Tempat Transit Peredaran Narkoba
Pemusnahan berbagai obat-obatan berbahaya di Dirresnarkoba Polda DIY. (MTVN-Ahmad Mustaqim)

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Polda Daerah Istimewa Yogyakarta menangkap 246 orang dalam kasus penyalahgunaan dan peredaran obat-obatan berbahaya dalam semester pertama 2017. 246 orang itu ditangkap dari sebanyak 188 kasus. 

Direktur Reserse Narkoba Polda DIY, Kombes Andria Martunis mengatakan 188 kasus itu terdiri dari berbagai jenis pelanggaran hukum. Mulai dari penyalahgunaan ganja, ekstasi, sabu, dan minuman keras (miras). 

Setidaknya, Polda DIY telah menyita barang bukti ganja 452,16 gram, ekstasi 14 butir, sabu-sabu 572,023 gram, psikotropika 5.810,5 butir, serta bahan berbahaya, termasuk minuman beralkohol sebanyak 15.245 butir dan 661 botol. 

Seluruh barang bukti tersebut dimusnahkan bersamaan. "Pelaku kami proses hukum," ujar Andria di Kantor Dirresnarkoba Polda DIY, Selasa, 15 Agustus 2017. 

Ia mengatakan Yogyakarta yang wilayahnya terbatas dimanfaatkan para bandar untuk menjual barang-barang terlarang. Menurutnya, Yogyakarta yang memiliki banyak mahasiswa di lebih dari 100 perguruan tinggi menjadi daerah transit penjualan sabu-sabu, ekstasi, psikotropika, dan ganja. 

Menurut dia, bandar dari barang-barang itu berada di kawasan Jawa Tengah, semisal Solo, Semarang, dan Magelang. "Yogyakarta dijadikan transit karena banyak pelajar. Bandar memanfaatkan paket hemat atau yang disebut pahe," ungkapnya. 

Kepala Bidang Pemberantasan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DIY, Kombes Mujiyana menambahkan para bandar dan jaringan memanfaatkan berbagai alat komunikasi, termasuk sosial media, untuk berjualan. "Mereka butuh berapa, lalu dikirim dengan janjian bertemu di tempat yang disepakati," ungkapnya. 

Ia mengatakan belum lama ini BNNP DIY menangkap tiga pelaku penyalahgunaan psikotropika. Setidaknya, polisi sabu-sabu dan ganja. Seperti halnya Andria, Mujiyana juga menyatakan pelaku yang tertangkap memperoleh barang dari luar Yogyakarta. 

"Mereka ini ambil dari Jakarta dan setelah ditelusuri barangnya dari Aceh," katanya. 


(SAN)