DD di Gunungkidul Digunakan untuk Pengembangan Wisata Desa

Ahmad Mustaqim    •    Jumat, 11 Aug 2017 18:57 WIB
dana desa
DD di Gunungkidul Digunakan untuk Pengembangan Wisata Desa
Obyek wisata desa di Desa Karangmojo bernama Water Park Karangmojo, MTVN - Ahmad Mustaqim

Metrotvnews.com, Gunungkidul: Sejumlah desa di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta berupaya mengembangkan sektor pariwisata melalui Dana Desa. Desa yang mengalokasikan dana desa ini merupakan  kategori wilayah berkembang. 

Salah satu desa itu yakni Desa Karangmojo, Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul. Pemerintah desa setempat telah menghabiskan dana desa sebesar Rp463 juta untuk membangun 'Water Park Karangmojo'. Lokasi tempat wisata untuk anak-anak itu berada persis di depan kantor kelurahan setempat. 

"Water Park Karangmojo ini dibangun 2016. Diresmikan pada November 2016 dan langsung beroperasi," ujar Kepala Desa Karangmojo, Supriyo ditemui di ruang kerjanya pada Jumat, 11 Agustus 2017. 

Belum genap setahun, Supriyo mengakui lokasi wisata itu belum maksimal menarik wisatawan. Pengunjung biasanya ramai pada momen-momen tertentu, seperti libur penjang lebaran. Tiket masuk ke wisata itu Rp5 ribu. 

"Dengan libur penjang lebaran kemarin selama dua minggu, kami mendapatkan dana masuk Rp2,5 juta. Biasanya pengunjung lumayan banyak saat akhir pekan," ungkapnya. 

Dana Desa untuk membangun 'Waterpark Karangmojo' ini terbilang besar. Sebab, dana desa yang diterima Desa Karangmojo pada 2016 sebesar Rp750 juta. Sisa dana selain membangun obyek wisata itu digunakan membangun infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat. 

Sementara itu, Desa Karangmojo menerima dana desa 2017 sebesar Rp963 juta. Supriyo merencanakan pembangunan obyek wisata tambahan. "Obyek wisata ini akan dikelola BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) sebagai pemasukan desa dan bekerja sama dengan masyarakat," ungkapnya. 

Di Desa Pucung, Kecamatan Girisubo, Kabupaten Gunungkidul juga mengalokasikan Dana Desa untuk mengembangkan sektor pariwisata. Dari total dana desa tahun 2017 sekitar Rp900 juta, sekitar Rp300 diperuntukkan memperbaiki akses jalan menuju obyek wisata yakni Pantai Srakung. 

"Kami membangun untuk pelebaran akses jalan ke lokasi wisata, akses jalan untuk pertanian, dan membangun BUMDes. Kami juga alokasikan dana desa untuk tempat tampungan air," kata Kepala Desa Pucung, Bambang Untoro. 

Ia mengungkapkan masih ada obyek wisata Bengawan Solo Purba yang belum termaksimalkan. "Kami akan upayakan pengembangan wisata yang belum tersentuh," katanya. 

Baik Supriyo maupun Bambang mengaku tak ada masalah dalam pembuatan laporan dana desa. Pelaporan penggunaan dana desa diunggah dalam Sistem Informasi Desa. 


(RRN)