Paspampres Gadungan Berulang Kali Menipu

Pythag Kurniati    •    Senin, 23 Oct 2017 12:54 WIB
penipuan
Paspampres Gadungan Berulang Kali Menipu
Kapolres dan pelaku yang menyaru sebagai Paspampres gadungan.

Metrotvnews.com, Solo: Seorang pria asal Pati, Jawa Tengah, Edi Prasojo, 39 ditangkap polisi lantaran mengaku sebagai Paspampres. Pelaku menipu dan mengambil telepon genggam para korbannya yakni para pemilik rumah makan di Solo dan sekitarnya.

Ternyata aksi tersebut tidak hanya sekali dilakukan oleh pelaku. Kasatreskrim Polresta Surakarta Kompol Agus Puryadi menjelaskan, pelaku sudah berulangkali melakukan aksi serupa. 

Tidak saja menyamar menjadi Paspampres, pelaku juga menyamar menjadi anggota partai politik tertentu. Modus tersebut selalu digunakan untuk menipu dan menggelapkan barang korban-korbannya.

“Hal tersebut sudah berulangkali dan dilakukan setahun terakhir. Di Solo, dia selalu mengajak korbannya ke hotel-hotel untuk berbincang,” jelas Agus, Senin, 23 Oktober 2017.

Dalam melancarkan aksinya, lanjut Agus, pelaku selalu menggunakan pakaian batik yang sama. “Batiknya itu-itu saja yang digunakan. Dua batik lengan pendek dan satu lengan panjang,” kata dia. 

Sehingga dari beberapa hotel sebagai TKP penipuan, polisi dengan mudah melacak pelaku melalui CCTV hotel. “Dari hasil rekaman CCTV beberapa hotel kami lacak tersangka,” terangnya.

Baca: Edi Tipu Rumah Makan dengan Manfaatkan Momen Pernikahan Putri Presiden

Agus menuturkan, pelaku juga sudah sering melakukan penipuan serupa  di wilayah lain. Ia akhirnya berhasil dibekuk di Jakarta Pusat pada 19 Oktober 2017.

Sebelumnya, pada tanggal 14 Oktober 2017, Edi menyaru Paspampres dan mengumpulkan beberapa pemilik rumah makan di Kota Solo dan sekitarnya. Ia memanfaatkan momentum pernikahan putri presiden, Kahiyang Ayu dan Bobby Nasution.

Edi berbohong, makanan mereka cocok digunakan sebagai hidangan tamu presiden di hotel-hotel.

Edi juga meminta telepon genggam para pemilik rumah makan. "Dengan dalih akan dipasangi GPS. Pelaku kemudian kabur membawa telepon genggam," tuturnya.



(ALB)