7.644 Anak di DIY Ditarget Terimunisasi HPV

Ahmad Mustaqim    •    Senin, 09 Oct 2017 16:35 WIB
imunisasi
7.644 Anak di DIY Ditarget Terimunisasi HPV
Pelaksanaan imunisasi HPV di Kulon Progo. (MTVN-Ahmad Mustaqim)

Metrotvnews.com, Kulon Progo: Program imunisasi Human Papilloma Vyrus (HPV) resmi dicanangkan di Yogyakarta Senin, 9 Oktober 2017. Imunisasi pertama dilakukan di SDN 4 Percobaan Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. 

Kepala Dinas Kesehatan DIY Pembajun Setyamingastuti mengatakan, dua kabupaten di DIY memang menjadi pilot project imunisasi HPV. Dua kabupaten itu yakni Kulon Progo dan Gunungkidul. 

"Imunisasi diberikan kepada siswi kelas lima SD di setiap sekolah. Imunisasi nantinya akan diberikan kepada 7.644 siswi di Kulon Progo dan Gunungkidul," kata Pembajun. 

Ia mengungkapkan, percontohan imunisasi sebagai pencegahan penyakit kanker serviks ini dilakukan bertahap oleh Kementerian Kesehatan. Tahun ini, sebanyak 2.683 anak di Kulon Progo bakal mendapat imunisasi HPV, sementara di Gunungkidul ada sebanyak 4.961 anak. 

"Hari ini ada 40 anak dari SD 2 Wates dan SD N 4 Percobaan yang mendapat imunisasi HPV," ujarnya. 

Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan, Kementerian Kesehatan, Elizabeth Jane Soepardi menyatakan program imunisasi yang dilakukan di DIY memperoleh respon tinggi dan hampir merata. Ia berharap pilot prpject yang dijalankan berjalan dengan sukses. 

Menurutnya, program imunisasi yang selama ini sudah berjalan telah berhasil mencegah berbagai macam penyakit, seperti Hepatitis B, Miom, Tubercolousis pada bayi, Tetanus, Batuk Rejan, Pneunomania, dan Miningitis. "Harapan kami imunisasi ini dapat berjalan dengan baik," ujarnya. 

Jane menyatakan pengidap kanker serviks di Indonesia terhitung tinggi. Ia menyebut ada 58 kasus baru yang 26 di antaranya meninggal. Ia menyebut tingkat kematian dalam lima tahun terakhir disebabkan kanker serviks. 

"Ini merupakan angka prevalensi tertinggi, di Indonesia sebanyak 95 persen karena HPV. Kami juga berharap ibu rumah tangga ikut mendeteksi dini kanker serviks," kata dia. 


(ALB)