TPP Tegal Naik 50 Persen

Kuntoro Tayubi    •    Jumat, 20 Oct 2017 18:42 WIB
pns
TPP Tegal Naik 50 Persen
Bupati Tegal Enthus Susmono. (Metrotvnews.com /Kuntoro Tayubi)

Metrotvnews.com, Tegal: Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kabupaten Tegal naik sebesar 50 persen mulai Oktober 2017. Diharapkan kenaikan itu mampu memberikan semangat PNS untuk meningkatkan kinerjanya. 

"Kenaikan TPP harus dibarengi dengan kenaikan kinerja PNS. Kinerja PNS harus mengutamakan masyarakat seperti arti dari slogan Hadiningrat," kata Enthus Susmono saat ditemui di Rumah Dinas Bupati Tegal, Jumat, 20 Oktober 2017. 

Menurutnya, tujuan menaikkan TPP untuk meningkatkan kesejahteraan PNS. Hal itu mengingat kerja PNS semakin berat dengan berkurangnya PNS yang memasuki masa pensiun. Namun demikian, kerja berat PNS telah terbayar dengan kenaikan TPP. "Tidak ada lagi PNS keluar jam kerja tanpa alasan yang jelas," ujarnya. 

Selama ini, lanjut dia, Satpol PP kerap menemukan PNS yang keluyuran saat jam kerja. Mereka biasanya dipergoki di pusat perbelanjaan tanpa alasan yang jelas. Hal itu diminta tidak terjadi kembali setelah dinaikannya TPP. Jika masih ada PNS keluyuran saat jam kerja, maka Satpol PP diminta melakukan tindakan tegas. Tindakan diawali dengan surat peringatan 1, 2 dan 3. 

"Jika setelah peringatan 3 tetap tidak berubah, maka akan dikenakan sanksi penurunan pangkat," kata Enthus. 

Data yang diperoleh dari Bagian Humas Pemkab Tegal, kenaikan TPP diatur melalui Peraturan Bupati Tegal Nomor 61 Tahun 2017 tentang perubahan atas Peraturan Bupati Tegal Nomor 82 Tahun 2016 tentang pemberian tambahan penghasilan bagi PNS di lingkungan Pemkab Tegal. 

Dalam peraturan itu, pendapatan TPP terbesar untuk Eselon IIa yakni Sekda Kabupaten Tegal mendapatkan TPP sebesar Rp19,5 juta, dilanjutkan Eselon IIb kategori 1 sebesar Rp8,925 juta dan kategori 2 sebesar Rp8,625 juta, serta eselon IIIa kategori 1 Rp5,250 juta dan kategori 2 Rp5,100 juta. 

Sedangkan, TPP di barisan terbawah yakni staf golongan 1 sebesar Rp1,5 juta, staf golongan 2 Rp1,575 juta, dan staf golongan 3 sebesar Rp1,725 juta.


(ALB)