Kerugian Banjir Pekalongan Capai Rp1,4 Miliar

Kuntoro Tayubi    •    Selasa, 05 Dec 2017 14:59 WIB
Kerugian Banjir Pekalongan Capai Rp1,4 Miliar
Banjir menggenangi perkampungan di Pekalongan, Jawa Tengah. (Medcom.id /Kuntoro Tayubi)

Pekalongan: Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah, memperkirakan kerugian materi akibat bencana banjir yang terjadi pada Jumat, 1 Desember 2017, mencapai Rp1,4 miliar.

Kepala Diskominfo Kota Pekalongan, Sri Budi Santoso, mengatakan kerusakan yang diakibatkan banjir meliputi kerusakan rumah, perabot rumah tangga, hingga jebolnya tanggul dan tambak.

“Perkiraan total kerugian mencapai Rp1.458.000.000. Untuk Kecamatan Pekalongan Utara Rp1.452.000.000, sedangkan di Kecamatan Pekalongan Barat hanya sekitar Rp6 juta,” kata Sri Budi, Selasa, 5 Desember 2017.

Sri Budi merinci, catatan dari posko induk tanggap darurat, kerugian akibat bencana banjir di 7 kelurahan di Kecamatan Pekalongan Utara antara lain adalah Kelurahan Bandengan Rp231 juta, Krapyak Rp215 juta, Padukuhan Kraton Rp107,5 juta, Panjang Wetan Rp54,5 juta, Kandang Panjang Rp162 juta, Panjang Baru Rp182 juta, dan Degayu Rp500 juta.

“Untuk Kelurahan Tirto, Kecamatan Pekalongan Barat, perkiraan kerugian sekitar Rp 6 juta. Karena sebagian besar wilayah Tirto masuk pemerintah kabupaten,” tambahnya.

Sekda Kota Pekalongan Sri Ruminingsih menyatakan Pemkot Pekalongan menganggarkan dana Rp1,5 miliar untuk digunakan sebagai dana tak terduga darurat bencana. Sebagian anggaran tersebut akan digunakan untuk pemberian bantuan logistik korban terdampak.

“Sebagian lagi akan digunakan untuk pembenahan sementara infrastruktur yang rusak,” tandasnya.

Pemerintah Pekalongan menetapkan status tanggap darurat bencana banjir selama 14 hari terhitung mulai 1 Desember hingga 14 Desember 2017, melalui SK Wali Kota Pekalongan Nomor 613/362 tahun 2017 tentang Penetapan Status Tanggap Darurat Bencana Banjir di Kota Pekalongan.
(ALB)