Malioboro Bebas Kendaraan di Malam Tahun Baru

Patricia Vicka    •    Rabu, 20 Dec 2017 20:46 WIB
natal dan tahun baru
Malioboro Bebas Kendaraan di Malam Tahun Baru
Ilustrasi Tahun Baru 2018. Foto: MI/Galih Pradipta

Yogyakarta: Kawasan Malioboro menjadi pusat perayaan pergantian malam Tahun Baru 2018. Pemda dan Polda DIY akan memberlakukan car free night (kawasan bebas kendaraan) di Malioboro pada 31 Desember 2017 malam.

Direktur Lalu Lintas Polda DIY Kombes Latief Usman menyebut seluruh kendaraan roda dua dan empat dilarang melintas di kawasan Malioboro mulai pukul 19.00 WIB. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya.

“Malioboro selalu penuh kendaraan dan lautan manusia. Maka kendaraan dilarang masuk. Kami juga memberi kesempatan pada wisatawan untuk menikmati Malioboro dengan berjalan kaki menikmati pergantian tahun,” kata Latief di Yogyakarta, Rabu, 20 Desember 2017.

Sterilisasi kawasan Malioboro dari kendaraan akan dimulai bertahap sejak pukul 17.00 WIB. Satlantas akan melakukan buka tutup jalan untuk kendaraan yang melintas di kawasan legendaris tersebut.

"Kemudian pada pukul 19.00 WIB Malioboro benar-benar ditutup untuk kendaraan hingga pukul 01.00 dini hari. Tapi ini sifatnya situasional bisa maju, bisa mundur,” katanya.

Rekayasa Lalu lintas juga diterapkan. Kendaraan yang mau masuk ke Malioboro melalui Jalan Mangkubumi akan diputar ke Stadion Kridosono melalui Jalan Abu Bakar Ali-Kemudian menuju Jembatan Kleringan- Teteg- Malioboro.

Sejak 31 Desember siang, petugas berjaga di daerah perbatasan Kota Yogyakarta untuk mengatur arus lalu lintas. Jika arus padat, seluruh kendaraan yang akan masuk ke Kota Yogyakarta akan diputar.

Misalnya, kendaraan dari Jalan Adisutjipto di Maguwoharjo yang mau ke Kota Yogyakarta diputar dulu ke Jalan Lingkar Selatan. Sebaliknya Kendaraan yang menuju ke Maguwoharjo akan diputar melalui jalan Lingkar Utara.

"Kendaraan dari arah Magelang di Terminal Jombor ga boleh masuk ke Jalan Magelang. Tapi kami putar ke jalan lingkar barat," tutur dia.

Untuk mengurai kemacetan, Dirlantas sudah menyiapkan 10 posko yang tersebar di pusat-pusat wisata dan keramaian. Seperti di dekat Bandara Adisutjipto, Wilayah Pantai Selatan Gunung Kidul, Pantai Parangtritis dan Kaliurang.


(SUR)