Banjir dan Longsor Kembali Terjadi di DIY

Ahmad Mustaqim    •    Kamis, 21 Dec 2017 11:09 WIB
banjirlongsor
Banjir dan Longsor Kembali Terjadi di DIY
ilustrasi Medcom.id

Yogyakarta: Hujan dalam rentang waktu sekitar lima jam di Daerah Istimewa Yogyakarta pada Rabu sore hingga malam, 20 Desember 2017, menimbulkan bencana alam. Hujan mengakibatkan banjir, longsor, dan pohon tumbang di sejumlah kabupaten. 

Hujan disertai angin kencang tersebut diperkirakan terjadi mulai sekira pukul 14.30 WIB. Setelah hujan turun lebih dari dua jam, genangan air dan banjir mulai terjadi di wilayah Sleman, Kulon Progo, Bantul, dan Gunungkidul. 

Manajer Pusat Pengendalian Operasi (Posdalops) Badan Penanggulang Bencana Daerah (BPBD) DIY, Danang Samsurizal, mengungkapkan, ada sejumlah titik bencana di Sleman. Di antaranya, di kecamatan Prambanan, Ngemplak, Condongcatur, Minggir, Kalasan dan Berbah. Di sejumlah kecamatan tersebut terjadi pohon tumbang (9 lokasi), tanah longsor (2 lokasi) dan banjir (4 lokasi). 

"Akibatnya rumah rusak, jaringan listrik putus, akses jalan terganggu, sejumlah kendaraan rusak, dan perkampungan tergenang," ujar Danang dalam keterangan tertulisnya. 

Dampak hujan deras juga terjadi di Kulon Progo, tepatnya di kecamatan Girimukti, Kalibawang, Pengasih, dan Samigaluh. Laporan yang masuk dalam Pusdalops BPBD DIY, longsor di Kulon Progo ada di delapan lokasi, satu lokasi banjir, dan satu bukit terdapat rekahan tanah. 

Ia menyebut, kejadian di atas juga menyebabkan rumah warga dan fasilitas pendidikan rusak, akses jalan putus, dan sejumlah warga harus mengungsi. 

Di Bantul dampak hujan deras terasa di Kecamatan Jetis, Piyungan, dan Pleret. Setidaknya ada tujuh titik terjadi banjir, satu lokasi terjadi pohon tumbang, serta jembatan di perkampungan putus. 

"Sehingga akses jalannya juga terputus. Selain itu juga ada rumah warga yang tergenang dan kerusakan di kandang ternak warga," jelasnya. 

Di Gunungkidul, lanjut Danang, luapan air terjadi di sejumlah kecamatan, seperti di Tanjungsari, Nglipar, Patuk dan Gedangsari. Adapula di dua titik banjir, dan longsor di satu lokasi. 

Ia menyebut, petugas BPBD, relawan, dan warga juga melakukan langkah penanganan darurat. "Yang sudah dilakukan di antaranya evakuasi dan pertolongan; pemasangan rambu; pemblokiran jalan, dan penyelamatan para warga terdampak; pengadaan Posko pengungsian; pemotongan, pemangkasann dan menyingkirkan pohon tumbang," katanya. 

Kepala Dukuh Bonjing, Gelaran 1, Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Gunungkidul, Husain Pamungkas menambahkan, jembatan darurat di wilayahnya juga kembali hanyut. Sebelum ini, jembatan di dusun tersebut juga terseret arus banjir saat berlangsung siklon tropis cempaka pada 28 November 2017. 

"Jembatannya dibuat swadaya dari bambu. Baru sehari dipakai langsung hilang," ujarnya. 


(ALB)