BPBD DIY Tambah 30 Desa Tangguh Bencana di 2018

Patricia Vicka    •    Kamis, 14 Dec 2017 17:35 WIB
cuaca ekstrembencana alam
BPBD DIY Tambah 30 Desa Tangguh Bencana di 2018
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD DIY Krido Suprayitno -- medcom.id/Patricia Vicka

Yogyakarta: Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) akan menambah 30 Desa Tangguh Bencana (Destana) pada 2018. Desa yang terdampak cukup parah saat terjangan Siklon Tropis Cempaka lalu diprioritaskan menjadi Destana.

Warga Destana akan dilatih cara menghadapi bencana. Sehingga, mereka bisa mandiri mengevakuasi diri dan mitigasi bencana.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD DIY Krido Suprayitno mengatakan Destana dibentuk agar masyarakat lebih siap menghadapi cuaca ekstrem yang mungkin terjadi pada puncak musim hujan. "Kami sedang petakan. Desa yang kemarin kena siklon Cempaka dan belum ada Destana akan kami prioritaskan, misalnya Kecamatan Immogiri, Bantul," kata dia di Yogyakarta, Kamis, 14 Desember 2017.

Pembentukan Destana dimulai dengan pemetaan potensi bencana di suatu daerah. Kemudian, dipilih beberapa perwakilan masyarakat untuk mengikuti latihan mitigasi bencana.

Pelatihan yang diberikan yaitu mewaspadai tanda-tanda alam sebelum bencana terjadi, memetakan lokasi dan penyebab bencana, antisipasi bencana, serta hal-hal yang harus dilakukan saat bencana datang. "Harapannya, perwakilan tersebut akan menyebarkan ilmu mitigasi bencana ke masyarakat sekaligus melakukan simulasi bencana mandiri," tutur mantan camat Depok ini.

Demi mendukung penambahan Destana, BPBD akan memprioritaskan dana yang didapatkan dari APBD 2018 untuk membiayai kegiatan pembentukan Destana. Anggaran yang diusulkan BPBD dalam APBD 2018 sebesar Rp17 miliar.

"Lebih dari 20 persen anggaran kami untuk pembentukan Destana," pungkasnya.


(NIN)