Fasilitas Kesehatan di Yogyakarta Diminta Buka 24 Jam

Ahmad Mustaqim    •    Kamis, 30 Nov 2017 19:54 WIB
siklon tropis cempaka
Fasilitas Kesehatan di Yogyakarta Diminta Buka 24 Jam
Warga Bantul secara bergantian membersihkan endapan lumpur dari rumah ke rumah. (Medcom-Ahmad Mustaqim)

Yogyakarta: Fasilitas kesehatan di Yogyakarta yang berdekatan dengan daerah terdampak bencana diminta buka 24 jam. Baik itu klinik, puskesmas, maupun rumah sakit. Hal ini untuk menjamin pelayanan kesehatan bagi warga terdampak bencana. 

"Fasilitas seperti puskesmas dan rumah sakit di dekat daerah terdampak bencana tolong buka 24 jam. Ini agar bisa melayani maayarakat dari sisi kesehatan," kata Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto ditemui di BPBD DIY pada Kamis, 30 November 2017. 

Ia mengungkap pemerintah harus bisa berkoordinasi dengam baik dalam penanganan pascabencana. Sebab, bencana alam akibat cuaca siklon tropis cempaka mengakibatkan berbagai macam kerusakan, dari rumah warga hingga fasilitas umum. 

"Koordinasi antarinstansi pemerintah agar berjalan dengan baik untuk menangani bencana. Misalnya, Dinas Pekerjaan Umum nanti harus segera memperbaiki akses-akses jalan yang rusak," kata dia. 

Politisi PDI Perjuangan ini meminta masyarakat tidak panik menghadapi bencana. DPRD DIY, ucapnya, akan mendukung penuh dalam penanganan dari sisi pengurusan anggaran. 

"Jika ada keperluan bantuan segera menghubungi BPBD atau pemerintah setempat. Ini agar terkoordinasi," ucapnya. 

Pelaksana Tugas Kepala BPBD DIY, Krido Suprayitno menuturkan penangan bencana masih berjalan. BPBD DIY mengerahkan seluruh amggotanya, dengan rincian 52 personel yang berstatus PNS, 35 anggota Tim Reaksi Cepat (TRC), 20 anggota Pusdalops. 

"Ada juga 301 orang anggota SAR. Lalu SAR Daerah jumlahnya ada lima ribuan," ujarnya. 

Cuaca siklon tropis cempaka yang terjadi 28 November 2017, telah menimbulkan bencana di DIY. Banjir, longsor, pohon tumbang, dan angin kencanh terjadi di sejumlah wilayah. Akibatnya, sejumlah rumah warga rusak dan fasilitas umum, seperti jalan dan jembatan terputus. 


(ALB)