Jembatan Hanyut, Kampung Bojing Terisolasi

Ahmad Mustaqim    •    Rabu, 29 Nov 2017 19:26 WIB
banjirlongsor
Jembatan Hanyut, Kampung Bojing Terisolasi
Proses pengiriman bantuan ke warga Kampung Bojing yang terisolasi dikirimkan memakai tali. (MTVN-Ahmad Mustaqim)

Yogyakarta: Kampung Bojing, Galaran I, Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Daerah Istimewa Yogyakarta, terisolasi karena satu-satunya jembatan penghubung kampung dengan daerah sekitar hanyut terbawa banjir. Banjir datang setelah hujan tak henti mengguyur daerah Bojing.

Sebanyak 95 kepala keluarga atau 400 penduduk kini tak bisa ke mana-mana. Bantuan untuk mereka pun sulit masuk. Tim BPBD dan relawan terpaksa memakai tali untuk mengirim bantuan, baik makanan maupun minuman.

Tak hanya itu, ada sejumlah warga yang memaksa beraktivitas dan nekat menyeberangi sungai dengan lebar lebih dari 20 meter itu. Sejumlah warga menyeberangi sungai memakai ban mobil yang dijadikan sebagai pelampung. 

Rusbani, tokoh masyarakat setempat mengatakan, jembatan gantung yang hanyut diterjang banjir menjadi satu-satunya akses keluar-masuk kampung. "Lewat akses lain harus menerabas hutan dan tidak tersedia jalan," ujar Rusbani disela mendistribusikan bantuan. 

Rusbani menemani petugas mengirimkan bantuan. Bantuan itu dimasukkan ke dalam karung bekas raskin dan kemudian diikat tali. Memastikan tali kuat, bantuan digantung dan ditarik melalui tali yang membentang sungai. 

Rusbani berharap pemerintah segera membangun jembatan baru. Hal ini sebagai syarat penting untuk menghidupkan kembali aktivitas warga. "Jembatan yang hanyut ini dibangun swadaya oleh masyarakat," kata dia. 

Data BPBD Gunungkidul, sebanyak 52 desa di 18 kecamatan di wilayah tersebut terdampak banjir. Setidaknya, ada 118 titik kejadian bencana, baik itu banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang. 

"Kita siapkan dapur umum di BPBD untuk memberikan bantuan makanan kepada warga," ungkap Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Gunungkidul, Sutaryono.  

Hingga kini, hujan dengan berbagai intensitas masih mengguyur wilayah Yogyakarta. Sejumlah aliran sungai masih tampak mengalir deras. 


(ALB)