PT Angkasa Pura Diminta Persuasif Bujuk Warga Pembangunan Bandara NYIA

Ahmad Mustaqim    •    Sabtu, 09 Dec 2017 17:59 WIB
infrastrukturbandara
PT Angkasa Pura Diminta Persuasif Bujuk Warga Pembangunan Bandara NYIA
Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi. (Medcom.id-Ahmad Mustaqim)

Gunungkidul: Pembangunan bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta masih mendapat penolakan. Warga penolak bersama aktivis tetap menolak digusur.

Terkait hal tersebut, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi mengatakan pihaknya meminta PT Angkasa Pura I hati-hati dalam menghadapi masyarakat. Ia meminta ada pendekatan persuasif ke masing-masing warga penolak. 

"Pembangunan bandara (NYIA) untuk kemaslahan umat. Kita akan hati-hati menghadapi masyarakat. Akan rembugan satu-satu. Ketok pintu menyampaikan maksud baik pemerintah dengan cara lembut, pasti mereka mau," kata Menteri Budi di Desa Karang Asem, Kecamatan Ponjong, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta pada Sabtu, 9 Desember 2017. 

Baca: Lahan Warga Penolak Bandara NYIA Diduga Dirusak

Ia menyampaikan permintaan maaf apabila ada yang kurang berkenan di masyarakat. Salah satunya yakni adanya kekerasan dalam proses pengosongan lahan proyek bandara NYIA. Akibatnya, sekitar 12 aktivis sempat ditangkap pada Selasa, 5 Desember 2017 dan dibebaskan pada malam harinya. 

"Kita enggak tahu teman-teman di lapangan seperti apa. Kadang capai, kesulut emosi. Kita tetap lakukan langkah persuasif. Yang penting tak ada melukai," kata dia. 

Sementara, terkait masih ada sekitar 38 warga yang menolak, Menteri Budi mengatakan ada ada upaya memberikan pengertian. Ia berharap masyarakat bisa menerima mengosongkan lahannya. 

"Harapannya diterima dan (pembangunan banadara NYIA) akan berjalan. Masyarakat Yogyakarta bisa komunikasi dengan baik. Ada gesekan-gesekan dikit, dimaafkanlah PT Angkasa Pura," ucapnya. 

Ia tetap berkeyakinan bandara NYI bisa beroperasi pada April 2019. Ia menyatakan akan memberikan pendampingan-pendampingan untuk mendukung PT Angkasa Pura I, PT Pembangunan Perumahan, serta bersama Universitas Gadjah Mada (UGM). 



(ALB)