2017, Pertamina Tutup 68 Pangkalan LPG Nakal di Solo Raya

Pythag Kurniati    •    Sabtu, 09 Dec 2017 15:42 WIB
2017, Pertamina Tutup 68 Pangkalan LPG Nakal di Solo Raya
Ilustrasi, ANTARA FOTO

Solo: Dari sekitar 8.400 pangkalan Liquefied Petroleum Gas (LPG) di Solo Raya, sebanyak 68 pangkalan LPG terpaksa ditutup dalam kurun waktu 2017. Sedangkan 83 pangkalan lainnya dalam proses pembinaan.

"Mereka tidak mematuhi aturan yang ditetapkan", ungkap Sales Exceutive LPG Wilayah Solo Raya Adeka Sangtraga Hitapriya di Kota Solo, Jawa Tengah, Sabtu, 9 Desember 2017.

Beberapa aturan yang dilanggar antara lain mengenai Harga Eceran Tertinggi (HET). Pangkalan yang ditutup menjual LPG diatas HET yakni Rp 15.500.

Pangkalan yang lebih suka menjual ke pengecer dibanding ke konsumen akhir (end user) juga diberi peringatan keras. "Kita edukasi mereka agar memprioritaskan rumah tangga dan usaha mikro," kata dia.

Sanksi yang diterapkan beragam. Mulai dari peringatan, pembinaan, skorsing. "Sanksi paling berat pemutusan hubungan atau kami tutup," papar Adeka.

Jika ada pangkalan di suatu daerah yang ditutup, Pertamina memastikan alokasi stok akan dialihkan pada pangkalan lain. "Tentunya di wilayah yang sama," imbuhnya.

Sementara Marketing Branch Manager Pertamina DIY dan Surakarta Dody Prasetya menegaskan bahwa pangkalan harus mematuhi aturan distribusi LPG. "Kami harap pangkalan di daerah harus patuh menjual 50 persen ke pengecer dan 50 persen ke end user," beber Dody.

Jika aturan ditepati, maka tidak akan ada keluhan konsumen akhir kesulitan mendapatkan LPG. Pihaknya mengaku telah intens berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah (Pemda) untuk pengawasan dan pembinaan pangkalan. "Koordinator dan agen terjun ke lapangan mengawasi langsung pangkalan," kata dia.

(ALB)